Kompas.com - 03/09/2021, 12:00 WIB
Ledakan Warna dan Pengalaman di Buku
 The Lyrics of Acceptance DOK.Gramedia.Ledakan Warna dan Pengalaman di Buku The Lyrics of Acceptance

Penulis : Dionisius Wisnu | Public Relation Gramedia Pustaka Utama

KOMPAS.com - The Lyrics of Self-Acceptance, karya Yuki R. Agriadi, patut dibaca bagi para penggemar seni. Buku ini, memuat gambar-gambar yang dihasilkan Yuki pada periode 2017-2019 kemudian dikumpulkan dan disajikan berdampingan dengan sekumpulan lirik, menjadi cikal bakal The Lyrics of Self-Acceptance.

Terbitnya buku ini juga merupakan bagian dari seri karya terbaru milik Yuki berjudul “Future Habitat of Happiness”, yang datang dari proses menyelidiki kesejahteraan batin manusia dengan memahami dirinya sendiri dan segala kegaduhan yang ia rasakan secara internal.

“Saya ingin apa yang saya rasakan bisa keluar. Rasanya tidak baik memendam semua hal yang melukai, atau yang terlalu senang juga tidak baik dipendam sendiri. Namun, saya juga tidak mungkin tiba-tiba curhat setiap hari ke setiap orang, rasanya membebani orang lain bagi saya, jadi saya berusaha untuk mengeluarkannya dengan cara gambar,” tutur Yuki.

Penerbit Gramedia Pustaka Utama bersama Pear Press resmi merilis buku terbaru karya seniman Yuki R. Agriardi berjudul The Lyrics of Self-Acceptance, pada Selasa, 29 Juni 2021, dalam acara daring yang bertajuk “Well with Art”.

Baca juga: Dear Customer, I Love You: Seni Menikmati Keluhan Pelanggan

Dalam acara tersebut, selain menghadirkan Yuki sebagai penulis, juga dipandu oleh penulis dan penyair, Theoresia Rumthe, dan diperkaya dengan hadirnya Ardhana Riswarie, Art Psychotherapist terdaftar di Australia, New Zealand, and the Asia Pacific Region - Anzacata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serta Asri Winata, Assistant Curator dari Museum MACAN. Masing-masing pakar dalam bidangnya ini bergabung untuk membahas buku dan menggali praktik therapeutic art secara mendalam.

“Oil pastel saya pilih karena sifatnya immediate atau langsung. Nggak ada perantara antara tangan kita, tubuh kita, dengan material dan kertas, jadi apa yang saya rasakan energinya langsung tersalurkan lewat goresan, gerakan tangan saya, lewat material tersebut dan akhirnya terekam di kertas tersebut.”

Yuki sendiri sudah lebih dulu dikenal sebagai seniman yang sering berkarya dengan warna biru dan gambar binatang.

Namun, di The Lyrics of Self-Acceptance ia menggunakan berbagai warna, seolah mengungkapkan bahwa setiap fase menuju penerimaan diri tidak bisa diratakan pada satu perspektif, alasan, dan masalah, seperti terlihat dengan ledakan warna dan pengalaman di dalam buku ini.

Baca juga: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.