Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2021, 16:45 WIB

Dalam pendidikan inklusi yang diterapkan sejak usia dini hingga di tingkat SMA, Cikal percaya bahwa semua anak harus belajar di tempat yang sama, menekankan kepada keadilan dan merangkul semua anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

"Dalam bidang akademik, menerapkan diferensiasi kurikulum menawarkan pilihan tugas atau cara belajar berbeda, Individualized Education Program (IEP) atau Program Pengembangan Individu (PPI), aksesibilitas ke sumber belajar Rencana. Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berfokus kepada kekuatan dan tantangan yang dialami, bukan pada label psikologis atau medis,” tutur Novia yang telah berdedikasi di Pendidikan Inklusi Cikal selama 4 tahun.

Novia memberikan rekomendasi dalam lini sosial untuk menghapus perundungan dengan menghadirkan kolaborasi di antara dua individu dalam satu tim untuk penyelesaian tantangan pembelajaran (buddy system), menghapus penggunaan label pada murid, dapat bermain dengan murid, melibatkan murid dalam membuat kesepakatan, murid yang berisiko mengalami eksklusi menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan murid sebaya.

Baca juga: 5 Negara Paling Santai di Dunia, Indonesia Peringkat Pertama

“Selain dari sisi akademik dan sosial, setiap sekolah yang ingin menerapkan nilai-nilai inklusif juga dapat memperhatikan beberapa pendukung lainnya, misalnya menghadirkan guru/ahli pendidikan khusus, Special Educational Needs Coordinator (SENCo) atau koordinator Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, menghadirkan lokakarya atau pelatihan pendidikan inklusif bagi guru-guru, menggunakan teknologi asistif (teknologi yang dibuat secara khusus untuk memperbaiki atau mempertahankan kemampuan fungsional anak berkebutuhan khusus), membangun alur komunikasi yang efektif antar komunitas sekolah bekerja sama dengan pusat sumber aksesibilitas lingkungan fisik sekolah komunitas sekolah yang dinamis dan responsif,” ujarnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+