Kompas.com - 05/09/2021, 09:15 WIB
Ilustrasi long covid Anastasia Gepp/ PixabayIlustrasi long covid
|

KOMPAS.com - Kesehatan kini menjadi hal yang paling penting. Hal ini karena Covid-19 masih menjadi musuh utama kesehatan di seluruh dunia.

Apalagi bagi pasien yang pernah terpapar Covid, tentu akan mengalami beberapa masalah pasca Covid. Salah satunya badan mudah lelah.

Tak hanya itu saja, kini juga muncul fenomena seseorang pasca sembuh dari Covid-19 dapat mengalami masalah lupa, pikun, dan perilaku aneh.

Baca juga: UI, Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2022

Menurut Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.S(K) virus Covid-19 selain mampu menyerang bagian tubuh manusia, ternyata juga mampu menyerang bagian otak.

Walaupun otak dilindungi oleh beberapa lapisan, penelitian mengungkapkan ternyata virus Covid-19 mampu menembus berbagai lapisan tersebut.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan seseorang pasca sembuh dari Covid dapat mengalami masalah lupa, pikun, dan perilaku aneh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Intinya kalo ada masalah itu, baik pasca Covid-19 atau lainnya, jangan sampai dicuekin," ujar dr. Pukovisa seperti dikutip dari laman UI, Sabtu (4/9/2021).

Patut diwaspadai

Dijelaskan, gejala yang timbul pada bagian otak merupakan hal yang patut kita waspadai. Sebagai sumber sarana berpikir, otak berperan sebagai pusat kendali tubuh dan penyusun sistem saraf pusat.

Dengan demikian, dr. Pukovisa menegaskan untuk tidak menganggap sepele masalah atau gejala yang terjadi di otak. Karena itu dirinya menyayangkan sikap masyarakat yang mengganggap masalah lupa, pikun, dan perilaku aneh pasca Covid-19 adalah hal yang biasa.

Pada kenyataannya, otak juga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh seseorang.

Jadi pada intinya, masyarakat harus lebih peduli pada bagian otak bila menemukan masalah pada bagian tersebut. Hal ini dilakukan agar masalah pada bagian otak itu tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya.

"Bila otak kita ada masalah, maka akan sulit untuk melihat bagian tubuh lain dengan normal dan baik, karena otak adalah pusat kendali tubuh," terangnya.

Baca juga: Mahasiswa Sembuh Covid, Ini Panduan Rehabilitasinya

Ia bercerita bahwa ada beberapa rekan kerja sejawat, tenaga kesehatan lain, dan masyarakat yang ia tangani mengalami penurunan fungsi kognitif pasca sembuh dari Covid-19.

Dia mencontohkan, banyak rekan kerjanya sebelum Covid-19 dapat mengerjakan tugas di bawah tekanan dan deadline, namun pasca Covid jutru ada beberapa yang lupa bahwa ada tugas yang perlu diselesaikan.

Dari pengalaman ini dirinya belajar bahwa masalah lupa, pikun, dan perilaku aneh pasca sembuh dari Covid-19 perlu diwaspadai dengan baik.

"Coba Anda pantau kerabat, saudara, atau keluarga yang baru sembuh dari positif Covid, apakah terdapat perubahan tingkah laku seperti lebih cuek, tidak peduli, dan sering lupa akan suatu hal, bila ada mereka sedang menghadapi masalah pada bagian saraf otak pasca Covid-19," katanya.

Jika melihat kondisi seperti ini, sebaiknya kita harus membantu kerabat, saudara atau keluarga untuk berkonsultasi dengan dokter agar mereka bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meski demikian, kondisi pikun, lupa, dan perilaku aneh tidak harus muncul secara bersamaan, namun bila salah satu muncul pasca sembuh dari Covid-19, pasien perlu melaporkan dirinya ke pelayanan kesehatan.

Ia melanjutkan, bahwa ketiga masalah ini tidak bisa diprediksi berapa lama akan terjadi pada diri seseorang, karena pada dasarnya setiap individu memiliki daya tahan tubuh yang berbeda, sehingga tidak bisa disimpulkan berapa lama suatu penyakit dapat bertahan di tubuh seseorang.

Fenomena perilaku aneh

Sedangkan terkait perilaku aneh yang sering ditampakkan pasien Covid-19 pasca sembuh. Sebelum sembuh misalnya, seorang pasien selalu ceria bahagia, namun pasca terkena Covid justru lebih murung dan pendiam.

Contoh lainnya yaitu biasanya pasien yang terkenal selalu suka bergaul berkelompok, namun pasca sembuh justru lebih suka menyendiri.

Tak hanya mengganggu bagian otak, Covid-19 juga dapat mengganggu pola tidur. Dirinya mengungkapkan, tidak hanya terjadi pasca Covid, gangguan tidur juga bisa terjadi saat isolasi mandiri.

Baca juga: Mahasiswa, Ini yang Perlu Diperhatikan Setelah Vaksin Covid

"Namun tidak perlu khawatir, selama kita berkeinginan untuk merubah perilaku dan pola hidup menjadi lebih baik, hal tersebut dapat diatasi dengan baik," urainya.

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa varian virus Covid-19 yang menyebabkan pikun, lupa dan perilaku aneh belum pernah diteliti lebih lanjut, karena pada dasarnya untuk mengungkapkan hal tersebut membutuhkan waktu selama enam hingga satu tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.