Kompas.com - 09/09/2021, 16:42 WIB
Mahasiswa UGM Olah Pandan Wangi dan Cengkih Jadi Penyembuh Luka Dok. UGMMahasiswa UGM Olah Pandan Wangi dan Cengkih Jadi Penyembuh Luka

KOMPAS.com - Penanganan luka, seperti luka trauma, luka jahit, dan luka lecet, harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya komplikasi ringan sampai berat. Komplikasi umumnya dipicu oleh masuknya bakteri yang menyebabkan infeksi.

Itulah mengapa, penanganan harus segera dilakukan secara efektif untuk menghindari terjadinya infeksi berkelanjutan.

Salah satu anggota tim peneliti mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Aufa Lufhf Ambar Verisandri mengatakan, penanganan luka umumnya menggunakan plester.

Namun, ia menyebut plester komersial yang beredar saat ini sebagian besar tidak mengandung bahan aktif sehingga kurang efektif dalam penyembuhan luka.

Baca juga: ITS Masuk 8 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia, Ada Kampus Kamu?

Penggunaan plester sebagai penutup luka juga dapat mengganggu estetika kulit apabila digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk mendapat obat penyembuh luka akut yang efektif dan dapat digunakan dengan nyaman kami berupaya membuat nanospray kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan bunga cengkih sebagai antiinflamasi, antiseptik, dan anestetik topikal terhadap penyembuhan luka akut kulit," paparnya seperti dirangkum dari laman UGM, Kamis (9/9/2021).

Ia bersama dengan tim mahasiswa Bondan Setyoko, Galih Patria, Ni Luh Wayan Putri Dewi Angelina dan Alma Rizki Fadila melakukan penelitian terhadap nanospray kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan bunga cengkih sebagai antiinflamasi, antiseptik, dan anestetik topikal terhadap penyembuhan luka akut kulit.

"Ukuran partikel nano yang kecil digunakan untuk meningkatkan absorpsi zat aktif sediaan pada sel target sehingga harapannya zat aktif tersebut akan lebih mudah terserap ke dalam tubuh khususnya bagian luka dan mempercepat aksi penyembuhannya,” urainya.

Lebih lanjut ia menjelaskan nanospray memiliki rata-rata pH sebesar 4,33. Nilai pH tersebut sudah sesuai dengan pH kulit dan tidak akan menimbulkan bahaya dalam pemakaiannya.

Baca juga: 10 Pekerjaan yang Bakal Naik Daun di Indonesia 5 Tahun Mendatang

Selain itu, untuk uji kualitas lainnya seperti tingkat kekentalan dan bobot jenis, nanospray yang terbentuk telah teruji berkualitas baik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.