Kompas.com - 13/09/2021, 12:01 WIB
|

KOMPAS.com - Setiap orang pasti membutuhkan air, terlebih air minum. Sebab, air merupakan zat yang tidak mengandung kalori seperti halnya makanan.

Namun keberadaanya bagi tubuh jauh lebih penting dibandingkan dengan makanan. Kekurangan cairan lebih membahayakan.

Perlu kita ketahui bahwa 55-60 persen penyusun tubuh orang dewasa adalah air. Manusia dapat bertahan selama delapan minggu tanpa makanan, namun hanya dapat bertahan selama 3-5 hari tanpa cairan.

Baca juga: 6 Tips Memilih Jajanan Sehat dari Ahli Gizi RSA UGM

Manfaat air bagi tubuh

Melansir laman Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), manfaat air bagi tubuh diantaranya:

  • mengangkut zat gizi ke seluruh tubuh
  • melarutkan molekul (asam amino, glukosa, mineral, vitamin dan molekul kecil lain) yang dibutuhkan sel
  • membersihkan jaringan dan ‘sampah’ dalam peredaran darah memberi peran dalam banyak reaksi kimia
  • melumasi sendi
  • melindungi organ janin dalam kandungan,
  • mengontrol suhu tubuh

Banyak orang menganggap remeh kekurangan cairan. Padahal efek yang ditimbulkan tidak hanya sekedar kehausan, tetapi:

  • mulut kering
  • tenggorokan kering
  • dapat juga menyebabkan susah buang air besar
  • demam
  • kehilangan berat badan secara tiba-tiba
  • pingsan
  • kulit pucat
  • kebingungan
  • infeksi saluran kemih
  • gangguan fungsi ginjal dan jantung
  • kejang
  • syok
  • hingga kematian.

Baca juga: RSA UGM: Ini Panduan Lengkap Isolasi Mandiri Pasien Covid

Pada kondisi normal, kebutuhan cairan dapat dihitung dengan menggunakan Rumus Holiday-Segar. Ini rumus untuk menentukan asupan cairan normal tubuh.

Rumus menghitung asupan cairan normal tubuh

Cara menggunakannya adalah dengan mengalikan 10 kg berat badan pertama dengan 100 ml ditambah 10 kg berat badan kedua dikali 50 ml ditambah sisa kg berat badan (berat badan – 20) kg dikali 20 ml.

Contoh:

Berat badan 55 kg, maka kebutuhan cairannya adalah:

10 kg x 100 ml + 10 kg x 50 ml + (55-20) kg x 20 ml = 1.000 ml +500 ml + 700 ml = 2.200 ml

Adapun rumus tersebut dapat digunakan pada anak maupun dewasa tanpa penyakit yang memerlukan pembatasan jumlah cairan.

Contoh: gagal ginjal, gagal jantung.

Pada kondisi dengan aktivitas tinggi atau demam kebutuhan cairan dalam tubuh juga meningkat.

Untuk memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan cairan, salah satu caranya adalah membawa botol berisi air minum kemanapun kita pergi.

Baca juga: Mahasiswa Itera Gagas Alat Pengingat Minum Air Putih Berbasis IoT

Kita juga bisa memanfaatkan smartphone untuk mengingatkan asupan cairan kita melalui aplikasi yang dapat diunduh dari play store.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.