Kompas.com - 21/09/2021, 05:21 WIB
Ilustrasi kanker usus besar atau kanker kolorektal. Jenis kanker mematikan ketiga di Indonesia. Ada banyak faktor risiko penyebab kanker ini, seperti kebiasaan konsumsi daging merah hingga obesitas. SHUTTERSTOCK/aslysunIlustrasi kanker usus besar atau kanker kolorektal. Jenis kanker mematikan ketiga di Indonesia. Ada banyak faktor risiko penyebab kanker ini, seperti kebiasaan konsumsi daging merah hingga obesitas.
|

KOMPAS.com - Kini, di mana saja banyak dijual aneka makanan yang enak dan lezat. Meski demikian, masyarakat harus bisa menjaga pola makannya.

Penting sekali memilih dan memilah apa saja makanan yang baik untuk dikonsumsi. Jika tidak, taruhannya adalah kesehatan.

Seperti diungkapkan Profesor dibidang genetika Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Sultana MH Faradz, PAK, Ph.D.

Baca juga: Dokter RSND Undip: Seperti Ini Cara Merawat Gigi Terinfeksi

Guru Besar FK Undip ini mengajak masyarakat untuk memerhatikan gaya hidupnya demi mencegah kanker usus besar.

Seiring perubahan lingkungan dan gaya hidup, kanker usus besar merebak menjadi urutan ketiga kanker yang paling sering menyerang setelah kanker paru-paru dan kanker payudara.

Demikian kata Guru Besar Undip pada webinar yang digelar memperingati Dies Natalis ke-60 FK Undip yang diselenggarakan Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK Undip.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, jumlah kasus kanker usus besar sudah mencapai 10 persen dari keseluruhan kasus kanker.

Penyebab kanker usus besar

Selain perubahan gaya hidup, risiko terjadinya kanker usus besar juga dipengaruhi oleh faktor:

  1. usia
  2. obesitas
  3. diabetes
  4. kebiasaan merokok

Gaya hidup kebarat-baratan yang ditandai dengan konsumsi daging merah seperti sapi, kambing dan daging olahan, disebutnya sebagai faktor yang signifikan dalam kasus kanker usus besar.

"WHO sudah mengatakan bahwa process meat atau daging olahan merupakan salah satu penyebab kanker. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," ujarnya dikutip dari laman Undip, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Dirut RSND Undip: Kasus Covid Melandai, Tetap Jaga Prokes

Dia kemudian mengingatkan pada orang tua untuk mengontrol dan mengedukasi apa yang baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak mereka.

"Gaya hidup kita terutama bagaimana memberi makan anak tapi asal senang, tanpa memperhitungkan bahwa itu tidak sehat," imbuhnya.

Makanan yang harus dihindari

Guru besar Undip tersebut memberikan saran terkait makanan yang perlu dihindari dan dijauhi agar terhindar dari risiko kanker usus besar, yaitu menghindari:

1. makanan rendah serat
2. makanan yang tinggi lemak
3. makanan yang mengandung zat pengawet dan pewarna
4. kebiasaan meminum alkohol

Dia juga meminta para penderita polip untuk lebih waspada. "Kadang-kadang, tanda-tandanya disertai dengan sakit perut berkepanjangan, disertai dengan bentuk feses yang aneh. Itu juga salah satu pertanda, tidak hanya diare," tegasnya.

Terkait usia, orang yang berumur di atas 50 tahun juga memiliki risiko yang lebih besar terkena kanker usus besar.

Sebba, yang menyebabkan risiko timbulnya kanker usus besar adalah usia di atas 50 tahun. Kasus di bawah usia 50 tahun jarang terjadi kecuali ada riwayat keluarga yang menderita kanker.

Baca juga: Percepat Mutu Pendidikan, Undip Kerja Sama Universitas di 5 Benua

Tahapan perkembangan kanker usus besar

1. Dimulai dari stadium 0 di mana kanker hanya pada sel-sel terdalam dari usus.

2. Stadium 1 sel kanker sudah tumbuh di dinding dalam dari usus.

3. Stadium 2 di mana berdampak pada jaringan-jaringan di sekitarnya.

4. Stadium 3 sel kanker sudah menyebar ke kalenjar getah bening.

5. Stadium 4 kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.