Kompas.com - 22/09/2021, 18:58 WIB
Ilustrasi akademisi. PIXABAY/ MOHAMED HASSANIlustrasi akademisi.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Penting bagi mahasiswa untuk menguasai bahasa asing terlebih di era globalisasi seperti saat ini.

Dengan menguasai bahasa asing, akan menjadi nilai plus saat mencari pekerjaan setelah lulus kuliah.

Apalagi sekarang mayoritas perusahaan juga mensyaratkan penguasaan bahasa asing tertentu saat membuka lowongan pekerjaan.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip) Semarang AB Susanto menyampaikan, ASEAN Community dilaksanakan tahun 2015 dan baru dieksekusi pada tahun 2016. Kenyataannya sekarang menjadi ASEAN plus Three yaitu negara China, Korea dan Jepang.

"Konsentrasilah pada tiga bahasa negara ini, selain ASEAN. Sekarang yang hebat adalah tiga negara ini. Potensinya dengan adanya ASEAN Community ini adalah mobilitas mahasiswa," kata Susanto yang juga Deputy Director ASEAN-China Theacher Training and Development Center seperti dikutip dari laman Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Kuliah S1 Gratis di Jepang, Daftar Beasiswa MJSP Hokkaido University

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelajari bahasa China, Korea dan Jepang

Susanto mendorong mahasiswa dan dosen terus melakukan mobilitas baik virtual maupun luring ke-3 negara ini karena perkembangan ekonomi yang luar biasa.

Menurut dia, dalam kegiatan pembelajaran berilah kesempatan fokus pada teknologi maupun bahasa di pada tiga negara ini.

"Selain bahasa Inggris yang sudah menjadi standar, pelajari tiga bahasa dari negara ini," imbuhnya.

Susanto menyarankan hal itu karena Indonesia akan menjadi negara terbaik bidang ekonomi. Di tahun 2045 kita akan menjadi terbaik ke 7 bidang ekonomi.

"Hal ini bermakna, pendapatan per kapita minimal 1.500 USD. Jika 1 USD adalah Rp 15.000 maka kalau alumni dari FMIPA bekerja gajinya minimal Rp 25 juta," ungkap Susanto.

Baca juga: UM Surabaya Berikan Beasiswa bagi Putra-Putri Perawat dan Bidan

Persaingan global di depan mata

Dia menekankan, nantinya akan terjadi persaingan kerja global. Oleh karena itu, Indonesia harus membuat jejaring baik di level nasional, regional maupun internasional supaya jadi pemenang.

Sementara itu Rektor UNY, Prof. Sumaryanto mengatakan, prestasi UNY dibidang kemahasiswaan tidak lepas dari kontributor utama yaitu mahasiswa FMIPA.

Secara komprehensif kemampuan mahasiswa FMIPA merata untuk berprestasi meskipun yang utama adalah bidang penalaran.

"Untuk seni, olahraga dan minat khusus juga lumayan hebat," kata Rektor.

Baca juga: Guru Besar UGM: Kaya Antioksidan, Kopi Potensial Cegah Covid-19

Dari dimensi prestasi mahasiswa FMIPA sebagian besar berhasil juara di level nasional, regional dan internasional.

Bahkan ketika pertama kalinya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menyelenggarakan pemeringkatan kinerja kemahasiswaan pada tahun 2013, UNY dinobatkan sebagai juara 1 se-Indonesia dengan parameter prestasi seni, olahraga dan penalaran.

"Namun setelah UNY berhasil meraih nomor 1 se-Indonesia diperbaharui kriterianya sehingga 1-2 tahun vakum pemeringkatan," ungkap Rektor.

Rektor menambahkan, meskipun diperbaharui tidak semata-mata indikatornya medali dan trofi semata. Atas kontribusi kegiatan kemahasiswaan yang luar biasa maka 2 tahun terakhir UNY bertengger diperingkat 4 nasional.

Baca juga: 8 dari 10 Universitas Terbaik di Dunia Ada di Amerika Serikat

Penelitian yang dilakukan FMIPA UNY

Sementara itu Dekan FMIPA, Prof. Ariswan mengungkapkan, jumlah total penelitian dosen kompetisi tingkat Universitas berjumlah rata-rata 167 judul per tahun.

Jumlah publikasi di jurnal internasional bereputasi pada tahun 2020 sebanyak 73 artikel dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 74 artikel. Angka ini masih bertambah karena belum sampai akhir tahun 2021.

Hasil karya yang telah dihasilkan oleh dosen FMIPA sebanyak 77 buah Hak Cipta dan 17 paten sampai awal tahun 2021. Fakultas MIPA merupakan salah satu fakultas di UNY dengan dosen terbanyak yang memiliki Scopus ID.

"Guna mendukung UNY untuk menjadi World Class University, FMIPA UNY meningkatkan kemampuan dosen-dosen dengan melaksanakan kegiatan academic recharging," tutur Ariswan.

Baca juga: Videonya Viral di TikTok, Ini Perjuangan Gray Zain Kuliah di Usia 58

Kegiatan academic recharging yang telah dilaksanakan FMIPA, UNY diantaranya adalah kegiatan guest lecturer, visiting Professor, dan melaksanakan penelitian kerjasama dengan beberapa universitas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.