Kompas.com - 28/09/2021, 07:21 WIB
Ilustrasi obat ShutterstockIlustrasi obat
|

KOMPAS.com - Seseorang yang sakit dan butuh obat maka harus mengonsumsi obat. Tetapi, mengonsumsi obat tak bisa asal-asalan. Semua harus sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter atau apoteker.

Ini karena penggunaan obat merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya menjaga kesehatan dan penyembuhan, namun harus tetap berhati-hati dalam penggunaannya.

Kesalahan menggunakan obat atau penggunaan dosis yang tidak tepat justru akan menyebabkan masalah kesehatan baru. Oleh karena itu sebaiknya harus mempelajari atau mengetahui jenis-jenis obat yang dikonsumi.

Baca juga: Guru Besar Undip: Ini Penyebab Kanker Usus Besar dan Cara Menghindarinya

Tentu yang direkomendasikan dokter atau apoteker dan tidak segan untuk bertanya atau berkonsultasi dengan dokter atau apoteker jika memerlukan informasi yang lebih lanjut mengenai obat yang sedang anda konsumsi.

Demikian diungkapkan Apoteker Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro (Undip) Apt. Intan Rahmania Eka D, M.Sc., dilansir dari laman Undip, Senin (27/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Obat tertentu harus dikonsumsi habis

Menurutnya, ada jenis obat tertentu yang harus dikonsumsi sampai habis, contohnya adalah antibiotik atau obat-obatan untuk penyakit kronis misalnya obat hipertensi dan jantung.

"Yang diberikan untuk jangka waktu satu bulan, obat itu harus diminum secara rutin dan sampai habis. Pengobatan berdasarkan kondisi pada saat itu, jika obat masih sisa alangkah lebih baik tidak konsumsi kembali," ujarnya.

Terkait interaksi obat dengan makanan, ada kemungkinan ketika obat tersebut dikonsumsi bersama makanan atau sesudah makan akan terjadi interaksi.

Ada obat-obat tertentu yang berpotensi berinteraksi dengan makanan, contohnya antibiotik yang tidak boleh diminum dengan susu.

Baca juga: Dokter RSND Undip: Seperti Ini Cara Merawat Gigi Terinfeksi

Susu itu banyak mengandung komponen seperti protein, kalsium, mineral. Ada beberapa antibiotik yang bisa berinteraksi dengan logam yang ada di dalam susu (calcium), sebenarnya tidak hanya susu tetapi juga makanan yang mengandung kalsium dapat menjadi interaksi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.