Kompas.com - 04/10/2021, 17:06 WIB
Ilustrasi penelitian. ShutterstockIlustrasi penelitian.

KOMPAS.com - Pfizer Biotech Fellowship, program fellowship dan beasiswa yang diinisiasi Pfizer Indonesia bersama Tenggara Strategics untuk mahasiswa-mahasiswa bioteknologi kesehatan di Indonesia memasuki babak baru.

Para juri kini telah memilih 10 gagasan terbaik dari para peserta mahasiswa S1 dan S2 yang akan melaju ke tahap berikutnya.

Kesepuluh gagasan tersebut berupaya memberikan solusi terhadap isu-isu terhangat di industri bioteknologi saat ini, di antaranya terkait sistem ketanggapan dini terhadap beberapa jenis penyakit, eksplorasi peran Indonesia dalam rantai pasok global, dan pencegahan bioterorisme.

Baca juga: Beasiswa Baznas 2021 bagi Mahasiswa S1-S3, Bantuan hingga Rp 10 Juta

Peneliti Senior dan Guru Besar Mikrobiologi dan Bioteknologi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dan perwakilan reviewer Pfizer Biotech Fellowship, Amarila Malik mengatakan bahwa menyaksikan secara langsung bagaimana para pemikir-pemikir muda menyampaikan gagasan-gagasan cemerlang sungguh membesarkan hati dan optimisme.

"Tentu juga bagi pelaku industri, terhadap masa depan industri bioteknologi di Indonesia. Saya yakin melalui pengayaan materi dan penajaman gagasan yang para peserta program dapatkan dari program fellowship ini, maka ke depannya ide-ide tersebut akan dapat diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri, yang tentu saja dengan melibatkan dukungan nyata dari Pemerintah," ujar dia dalam siaran pers, Senin (4/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasar urutan abjad, berikut merupakan daftar sepuluh gagasan terbaik yang akan ditandingkan kembali di babak selanjutnya dalam kategori Undergraduate Competition:

1. Contract Development and Manufacture Organization Sebagai Strategi dalam Membangun Kemampuan Bioteknologi Medis Indonesia, karya Tim We-rNA (Alvian Christian, Musa Djuan Alvindja, dan Novanka dari Universitas Pelita Harapan).

Baca juga: Mahasiswa Dapat Rp 9 Juta Per Semester, Ini Cara Daftar KJMU Tahap II 2021

2. Ekosistem Kebijakan Biodefense: Cegah Bahaya Bioterorisme 2022, karya Tim Alatur (Stanley Christy Satriya Jati Karundeng, Verrent Vanessa, dan Audrey Belinda dari Universitas Surabaya).

3. Indonesian Vaccine Designer Academy (IVDA): Suatu Oasis dalam Mendukung Program Percepatan Kemandirian Vaksin Nasional, karya Tim Ext-Men (Fadhil Ammar, Ahmad Yafi, dan Roni Kurniawan dari Universitas Teknologi Sumbawa).

4. Pembangunan Labspace untuk Mendukung Perkembangan Bioteknologi Medis di Indonesia, karya Tim Humboldt (Devina Checylia Setiawan, Velecia Salim, dan Wenny Novella dari Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L)).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.