Kompas.com - 06/10/2021, 07:50 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Dalam mendidik dan mendampingi anak membutuhkan peran ibu dan ayah. Peran keduanya tidak bisa digantikan satu sama lain.

Tumbuh kembang anak juga sangat dipengaruhi oleh kehadiran kedua orangtuanya dalam pengasuhan.

Tapi tahukah kamu jika Indonesia menempati urutan ketiga di dunia sebagai negara dengan anak-anak ‘tanpa ayah’ atau fatherless country terbanyak per Maret 2021 lalu.

Hal ini membawa keprihatinan bagi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS tengah menggarap proyek kemanusiaan yang berfokus pada edukasi peran seorang ayah dalam tumbuh kembang anak.

Baca juga: Catat! 8 Oktober 2021 Diumumkan Hasil Seleksi PPPK Guru Tahap I

Fatherless adalah

Proyek ini memperoleh hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UNS tahun 2021. Salah satu anggota tim Qori Zuroida menjelaskan, fatherless diartikan sebagai kondisi di mana anak tumbuh tanpa kehadiran ayah baik secara fisik maupun psikologis. Sekalipun ada, tetapi ayah tidak berperan maksimal dalam pengasuhan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Salah satunya karena peran gender tradisional yang masih melekat di masyarakat Indonesia," kata Qori seperti dikutip dari laman UNS, Selasa (5/10/2021).

Menurut Qori, budaya atau adanya pandangan di mana merawat anak adalah sepenuhnya hal yang dilakukan seorang ibu saja. Sehingga edukasi ini juga bertujuan untuk meminimalisir budaya patriarki yang ada di Indonesia.

Qori menambahkan, secara umum proyek ini berupa sosialisasi peran ayah dalam pengasuhan anak yang bekerja sama dengan dosen PG-PAUD UNS.

"Target utamanya adalah para ayah, calon ayah, dan laki-laki berumur lebih dari 18 tahun," imbuh Qori.

Baca juga: Raih IPK 3,95, Seperti Ini Tips dari Wisudawati Terbaik ITS

Berikan sosialisasi tentang peran ayah

Pelaksanaan sosialisasi, lanjut Qori, ada yang secara daring dengan sasaran masyarakat umum. Ada pula sosialisasi luring yang secara khusus menyasar warga Kelurahan Ketitang, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.