Kompas.com - 07/11/2021, 15:04 WIB
|

KOMPAS.com - Kebiasaan membaca mendatangkan banyak manfaat. Oleh karena itu, kebiasaan membaca ini perlu diajarkan kepada anak sejak dini.

Ketika anak sudah terbiasa membaca buku sejak dini, saat beranjak besar tidak akan kesulitan memahami suatu kalimat dalam bacaan. Termasuk buku pelajaran di sekolah.

Kebiasaan membaca ini berkaitan erat dengan minat baca seorang anak. Pendongeng sekaligus pemerhati anak Awam Prakoso mengatakan, membacakan buku untuk anak, bukan sekadar mengajarkan agar anak mengetahui cara membaca beberapa kata atau kalimat. Tetapi juga menumbuhkan minat membaca itu sendiri.

Baca juga: Mahasiswa ITS Teliti Kualitas Udara di Jawa Saat Pandemi, Ini Hasilnya

Teknik membaca buku

Tujuan utama membiasakan anak membaca yakni menumbuhkan minat dan kecintaan anak terhadap buku dan cerita. Sehingga tiba fase saat dimana anak mulai belajar membaca, mereka akan lebih mudah memahami dan senang menjalani prosesnya.

Menurut pria yang akrab disapa Kak Awam, terdapat dua teknik dalam membacakan dongeng kepada anak. Pertama, teknik story telling. Teknik story telling yaitu membacakan buku dengan banyak melakukan improvisasi.

"Teknik ini tidak terpaku hanya pada tulisan yang sedang dibaca. Kelebihan dari teknik ini, anak tidak cepat bosan dan resiko terdistraksi minim sekali," ujar Awam seperti dikutip dari laman Paudpedia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Minggu (7/11/2021).

Baca juga: PT Riung Mitra Lestari Buka Lowongan Kerja Lulusan S1/D4, Ayo Daftar

Awam menjelaskan, teknik yang kedua yakni teknik read aloud. Teknik read aloud atau membacakan buku secara nyaring dengan tujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan kegiatan membaca.

Persiapan membaca buku

Awam menerangkan, ada persiapan yang harus dilakukan sebelum membacakan buku, antara lain:

1. Pilih buku yang sesuai dan menarik perhatian anak.

2. Pelajari terlebih dahulu buku yang akan dibacakan.

3. Bacakan buku dengan suara yang dapat didengar oleh anak-anak.

4. Gunakan artikulasi dan intonasi yang jelas.

5. Memilih tempat dan membangun suasana menyenangkan.

"Bangun emosi positif sebelum dan saat membacakan cerita, menjadi sahabat, menunjukan ketertarikan pada minat anak," kata Kak Awam.

Baca juga: UM Surabaya Masuk Top 10 Universitas Terbaik Se-Surabaya Versi UniRank

Awam menekankan, ada hal penting yang dapat dilakukan saat membacakan buku kepada anak. Orangtua perlu memperlihatkan buku yang akan dibacakan, memilih posisi yang nyaman antara pembaca cerita dan anak.

Selain itu, orangtua perlu memegang buku dengan lentur pada salah satu sisi bahu agar bebas bergerak dan tidak menutupi wajah. Orangtua juga perlu membacakan judul, penulis, illustrator, dan penerbit.

"Jalin kontak mata dengan anak, tunjuk tulisan sambil membacakannya. Gunakan ekspresi, intonasi, dan bahasa tubuh untuk menarik perhatian. Berikan kesempatan anak untuk bertanya atau berkomentar," imbuhnya.

Orangtua juga perlu memberikan respon positif ketika anak memotong cerita yang dibacakan. Setelah selesai membaca, orangtua bisa menyampaikan kesimpulan sederhana dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Baca juga: Begini Praktik Baik PTM Terbatas Jenjang PAUD di Aceh dan Trenggalek

Pentingnya pra-literasi

Sementara itu, praktisi dan pakar PAUD, Irma Yuliantina menjelaskan, praliterasi merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksi berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu.

"Praliterasi merupakan tatanan fondasi untuk menguasai kemampuan membaca dan menulis serta berhitung yang menyenangkan," beber Irma.

Kegiatan literasi awal, lanjut Irma, bisa membangun keterampilan bahasa yang kaya kosa kata, ekspresi diri, dan pemahaman. Keterampilan ini membantu anak-anak memahami kata-kata yang dicetak ketika mereka mulai membaca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.