Kompas.com - 09/11/2021, 19:00 WIB
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Muhammad Fauzan terpilih sebagai pemuda difabel berprestasi nasional 2021. Tangkap layar laman UNSMahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Muhammad Fauzan terpilih sebagai pemuda difabel berprestasi nasional 2021.
|
Editor Dian Ihsan

Hingga pada suatu kali, ia mendapat kabar dari kerabat terdekat bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) akan memberikan penghargaan bagi pemuda difabel yang memiliki segudang prestasi pada perayaan Hari Sumpah Pemuda.

"Jadi, aku disuruh buat Curiculum Vitae (CV) tentang diri sama prestasi-prestasinya, terus dikirim ke Kemenpora," ujar Fauzan.

Baca juga: Kepentingan Terbaik bagi Korban Jadi Prinsip Permendikbud 30

Pihak Kemenpora akan melakukan tahap seleksi. Nama-nama yang lolos akan dihubungi oleh Kemenpora dan diundang ke Jakarta guna menerima penghargaan. Muhammad Fauzan, seorang mahasiswa difabel dari FSRD UNS dinyatakan lolos dan diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Kemenpora.

Muhammad Fauzan dinobatkan sebagai Pemuda Difabel Berprestasi Nasional 2021. Dukungan penuh yang diperoleh dari kedua orangtuanya membentuk rasa percaya diri Fauzan.

Jangan anggap keterbatasan sebagai kelemahan

Dia tidak pernah menganggap keterbatasannya sebagai kelemahan melainkan sebagai keunikan yang dimilikinya. Kesadaran itu juga diperoleh dari idolanya yaitu Surya Sahetapy yang kebetulan memiliki keterbatasan yang sama.

Fauzan menyadari bahwa keterbatasan yang dimilikinya tidak boleh mematahkan semangatnya untuk terus berkarya dan menginspirasi kawan-kawannya. Menurutnya, manusia memiliki banyak potensi dalam diri. Satu keterbatasan tidak berarti menghentikan pontensi lainnya.

Baca juga: Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan S1-S2, Buruan Daftar

Sebagai makhluk yang sempurna dan diberi kelengkapan berupa akal dan hati, manusia bisa memaksimalkan daya di dalam dirinya agar terus tumbuh dan senantiasa bermanfaat bagi sesama.

"Jangan menganggap kalau kecacatan itu adalah halanganmu. Jadikan kecacatan itu sebagai keunikanmu sendiri. Apabila kalian menemukan sesuatu yang menarik, yang membuat kalian suka, ikut saja dan raihlah passion-mu. Jangan begitu dengarkan hal-hal yang negatif dari orang sekitar," pungkas Muhammad Fauzan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.