Kompas.com - 29/11/2021, 17:15 WIB
|
Editor Dian Ihsan

Menurutnya, kecanggihan teknologi informasi ini di satu sisi juga cukup mengkhawatirkan karena sarana jual beli dan distribusi jadi lebih mudah, sehingga mudah juga bagi pelaku pengedar menjalankan aksinya.

Sementara itu, dosen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran (FK) UNS Ratih Puspita Febrinasari mengingatkan bahwa rehabilitasi pencandu narkoba tidak hanya dilakukan dari sisi medis.

Baca juga: Dosen Unpad: Ini Dampak Buruk Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut pada Anak

Rehabilitasi sosial juga diperlukan untuk menyiapkan mantan pencandu narkoba kembali ke masyarakat.

"Kalau secara sosial itu lebih terpadu seperti memulihkan psikis dan rasa percaya diri pencandu tersebut supaya berani kembali ke masyarakat," beber Ratih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.