Kompas.com - 15/12/2021, 15:54 WIB

KOMPAS.com - Sebagai upaya dalam mendukung penerapan energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan kampus, Universitas Padjadjaran (Unpad) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di enam gedung di Kampus Jatinangor, Jawa Barat.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unpad, Hendarmawan mengungkap bahwa dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT) tersebut, Unpad berkontribusi aktif mengurasi emisi karbon di lingkungan kampus.

Ia menilai, penggunaan listrik saat ini pun beberapa di antaranya masih menggunakan bahan bakar fosil. Karena itu, pengembangan PLTS akan membantu mengurangi ketergantungan Unpad terhadap listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil.

Baca juga: Mengenal Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Kuliah Gratis dan Jadi CPNS

Lebih lanjut Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad tersebut menjelaskan, di tingkat kelembagaan, pengembangan PLTS juga memiliki banyak manfaat. Efisiensi pendanaan hingga mewujudkan kampus hijau merupakan manfaat yang bisa diperoleh Unpad.

Selain itu, dari sisi tridarma, pengembangan PLTS berkontribusi dalam melahirkan riset-riset baru. Saat ini, sistem PLTS di Unpad dikembangkan berdasarkan hasil penelitian dan alih teknologi dari para dosen.

“Ke depan, kita bisa mengembangkan riset seputar PLTS secara berkelanjutan, sehingga harapannya ke depan ini akan menjadi energi mandiri dan berkelanjutan di Unpad,” paparnya seperti dirangkum dari laman Unpad, Rabu (15/12/2021).

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Elektro FMIPA Unpad yang juga peneliti pengembangan PLTS, Mohammad Taufik mengatakan berdasarkan hasil riset yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kawasan kampus Jatinangor potensial untuk dibangun PLTS.

Hasil riset menunjukkan, paparan radiasi yang dipancarkan matahari bisa diserap panel surya sebesar 70-75 persen. “Ini berpengaruh pada kapasitas maksimal listrik yang bisa dibangkitkan panel surya,” ujarnya.

Baca juga: BCA Buka Magang Bakti bagi Lulusan SMA-SMK, D1-D3 dan S1, Yuk Daftar

Untuk tahap awal, PLTS akan dipasang di atap gedung Rektorat, gedung Lab Sentral, serta beberapa gedung baru yang dibangun dari dana IDB. Taufik menjelaskan, konstruksi gedung baru memungkinkan penyerapan sinar matahari lebih maksimal.

Lebih lanjut Taufik memaparkan, PLTS nantinya akan menggantikan listrik konvensional pada periode jam kerja. Konversi energi listrik bisa dimulai dari pukul setengah 7 pagi dan otomatis berganti dengan listrik konvensial ketika jam kerja telah selesai.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.