Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Kurikulum Prototipe Bukan Kurikulum Wajib

Kompas.com - 05/01/2022, 09:44 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Diannita Ayu Kurniasih | Kepala Sekolah SDN 1 Kebumen, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah

KOMPAS.com - Mengajar sesuai dengan level capaian siswa. Hal inilah yang sebenarnya menjadi inti kurikulum yang saat ini ramai diperbincangkan dan ditawarkan.

Ya, kurikulum prototipe menjadi salah satu alternatif kurikulum pemulihan pascapandemi.
Hal yang perlu digarisbawahi adalah kurikulum ini merupakan salah satu pilihan, bukan kewajiban.

Mengapa kurikulum prototipe?

Hal yang mendasari penawaran kurikulum prototipe adalah tidak sedikit siswa yang pola maupun kemampuan belajarnya berubah sejak masa pandemi.

Perubahan ini perlu disiasati dengan pemberian treatment yang tepat ketika siswa kembali belajar di sekolah.

Penyebab lainnya adalah masih rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Selama ini guru hanya mengejar ketuntasan target dan penyelesaian materi, bukan bagaimana siswa menggunakan pengetahuan dasar mereka untuk kehidupan.

Apa perbedaan kurikulum prototipe dan kurikulum 2013?

Kurikulum prototipe disajikan dengan beberapa perbedaan dari kurikulum sebelumnya. Misalnya, pada jenjang SD, sekolah dapat memilih pendekatan yang akan digunakan, jadi bisa saja tidak semua sekolah menggunakan pendekatan tematik.

Muatan pelajaran IPA dan IPS juga digabungkan sehingga diharapkan siswa mampu sekaligus menghubungkan fenomena alam dan sosial.

Pada jenjang SMP, mata pelajaran Teknologi Informatika yang semula menjadi mata pelajaran pilihan, pada kurikulum prototipe menjadi pelajaran wajib.

Baca juga: Siapkah Guru Indonesia Melaksanakan Kurikulum Prototipe?

Pada jenjang SMA, tidak ada lagi penjurusan, namun peserta didik dapat memilih mapel pilihan mulai di kelas XI, dan esai ilmiah menjadi persyaratan kelulusan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.