Kompas.com - 11/01/2022, 13:40 WIB
|
Editor Dian Ihsan

Menurutnya, kurikulum yang baik tidak memaksa guru untuk ‘kejar tayang materi’. Melainkan mendorong guru untuk lebih memperhatikan kemajuan belajar muridnya.

"Untuk itulah Kemendikbud Ristek mengembangkan kurikulum prototipe ebagai bagian penting upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama dialami," imbuhnya.

Baca juga: LOréal Indonesia Buka Program Magang bagi Mahasiswa S1-S2

Mulai tahun 2022, kurikulum nasional memiliki tiga opsi kurikulum yang bisa dipilih satuan pendidikan untuk pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan) dan Kurikulum Prototipe.

Pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 penting dilakukan untuk mengurangi dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) pada peserta didik.

Baca juga: Awardee IISMA Ceritakan 39 Perpustakaan di University of Padua

Perlu diketahui bahwa keberadaan kurikulum prototipe ini tidak akan diwajibkan oleh pemerintah kepada sekolah, melainkan ditawarkan sebagai opsi atau pilihan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.