Kompas.com - 14/01/2022, 15:18 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) membuat inovasi alat monitoring rehabilitasi stroke dengan peninjauan sinyal listrik otak.

Inovasi ini dibuat dengan latar belakang rehabilitasi pasien stroke masih mengandalkan metode pengamatan visual saja. Sehingga perkembangan fisik pasien pascastroke sulit dipantau karena kurang akuratnya pengamatan.

Ketua tim penelitian Adhi Dharma Wibawa mengatakan, gejala stroke mampu merusak kemampuan motorik seseorang. Sehingga pemantauan motorik pasien secara berkala dapat meningkatkan akurasi diagnosis.

Baca juga: Anak Usaha United Tractors Buka Lowongan Kerja S1, Buruan Daftar

Tangkap sinyal listrik otak manusia

Kemampuan motorik ini dapat ditinjau berdasarkan sinyal listrik otak manusia atau yang dikenal dengan istilah Electro Encephalography (EEG).

"Alat dapat digunakan pasien secara mandiri dengan bantuan tenaga kesehatan dari jarak jauh. Sehingga mengurangi aktivitas fisik yang dapat memperburuk kondisi pasien," kata Adhi seperti dikutip dari laman ITS, Jumat (14/1/2022).

Dosen Departemen Teknik Komputer ITS ini menjelaskan, sinyal EEG akan muncul setiap manusia melakukan aktivitas. Mulai dari mengingat, mendengarkan, melihat, bahkan saat menggerakkan anggota tubuh.

Maka dari itu, pasien akan diminta untuk melakukan beberapa gerakan fisik oleh tenaga kesehatan untuk menganalisis sinyal EEG pasien.

"Pasien hanya perlu menggunakan alat di kepala, lalu elektroda yang mengenai kulit kepala akan menangkap dan menguatkan sinyal EEG," ungkap dia.

Perkembangan pasien stroke dilihat dari nilai PSD

Sinyal listrik yang dihasilkan otak sendiri sangat kecil hanya berskala mikro volt. Sehingga dibutuhkan penguatan sinyal dan penyaringan noise yang berulang.

Setelah dikuatkan, sinyal EEG akan difilter berdasarkan frekuensinya dan dikelompokkan menjadi empat jenis sinyal dasar, yaitu delta, theta, alpha, dan beta.

Baca juga: Undip Buka Lowongan Kerja Dosen, Ada 105 Formasi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.