Kompas.com - 17/03/2022, 15:41 WIB

KOMPAS.com - Untuk meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dan penyaluran listrik bagi masyarakat di pedesaan, Kementerian ESDM menyebut pemerintah terus mendorong pelaksanaan program dedieselisasi melalui penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke pembangkit EBT sesuai dengan potensi energi terbarukan di daerah setempat.

Ikut ambil peran dalam mencapai target bauran energi nasional sekaligus berkontribusi dalam pembangunan EBT di daerah asalnya, enam Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pertamina asal Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pemasangan panel surya di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu.

Mereka adalah Muh Nurcholis Ma'arif Dahlan, Nur Alya Taswir, Axel Jevon Trisaktomo, Rigel Iswanto, M. Ryan Tri Hardyawan, dan Siti Aulia Ramadhani.

Baca juga: Biaya Kuliah Kedokteran 2022: UGM, UI, Undip, Unpad

Ide awal pemasangan panel surya ini, dikatakan Nurcholis, muncul saat ia dan tim berkunjung ke daerah tersebut.

“Dalam perjalanan pulang yang sudah memasuki waktu petang, kami sangat terkejut karena tidak ada satupun lampu jalan atau penerang di sana. Ditambah lagi, kondisi jalan yang kurang baik membuat kami harus ekstra hati-hati. Dari sinilah kami mengerti, mengapa Dusun Kuri Caddi sering disebut sebagai daerah terisolir,” ujar Nurcholis dalam wawancara daring, Selasa (15/03/2022).

Nurcholis dan tim datang kembali ke Dusun Kuri Caddi esok harinya untuk menemui Kepala Dusun.

“Dalam pertemuan inilah, akhirnya kami mengetahui bahwa masyarakat tidak memiliki biaya untuk memasang dan melakukan iuran rutin pembayaran lampu penerangan jalan. Kami lalu menawarkan solusi pemasangan lampu jalan bertenaga surya yang langsung disambut positif oleh Kepala Dusun dan masyarakat,” pungkas Nurcholis.

Nurcholis dan tim kemudian mengajukan proposal pendanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat kepada Universitas Pertamina melalui program LIGHT UP.

Baca juga: Pertamina Buka Beasiswa S1 2022, Beri Biaya Kuliah dan Tunjangan Hidup

Pada Tahun Akademik 2021/2022, Universitas Pertamina menggelontorkan dana senilai lebih dari 50 juta rupiah untuk program tersebut.

Tak kurang dari 10 proyek mahasiswa di 10 lokasi berbeda direalisasikan tahun ini setelah melalui serangkaian proses seleksi ketat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.