Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amankah Mengonsumsi Telur Mentah? Ini Kata Pakar IPB

Kompas.com - 08/04/2022, 13:15 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Dian Ihsan

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Kebiasaan mengonsumsi telur mentah sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Biasanya, telur mentah dikonsumsi untuk campuran jamu dan susu, seperti minuman susu, telur, madu, jahe (STMJ).

Bahkan beberapa masyarakat, ada yang langsung menelan telur mentah dengan alasan menjaga daya tahan tubuh.

Ada juga yang merebus telur setengah matang dicampur lada dan bumbu lain, dengan alasan yang sama, yakni menjaga daya tahan tubuh.

Baca juga: Telur Puyuh Mengandung Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Dosen IPB

Telur mentah dari generasi ke generasi dipercaya memiliki khasiat untuk berbagai macam alasan.

Namun, apakah aman mengonsumsi telur yang tidak dimasak atau mentah?

Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Niken Ulupi menyebutkan, mengonsumsi telur mentah, memang tinggi protein.

"Dibanding telur yang dimasak, telur mentah memiliki protein yang tinggi," ujarnya melalui laman Youtube IPB University.

Dia mengatakan, kalau melalui hasil analisis lab, ternyata saat tubuh telur dimakan mentah terkadang sulit diserap bagi tubuh.

"Ada nilai lain, yakni tingkat pencernaannya. Telur mentah memang memiliki protein bagus, tapi tingkat pencernaan yang rendah, membuat tubuh sulit mencerna. Ini saat dikonsumsi mentah ya," tambahnya.

Sehingga, telur yang memiliki protein tinggi harus diolah, seperti dimasak agar ikatan proteinnya merenggang, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Meski, kualitas proteinnya tentu berkurang akibat sudah diolah.

Sementara, Niken mengatakan telur ayam kampung aman dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Baca juga: Kasus Ibu Bunuh Anak di Brebes, Pakar IPB Ungkap 6 Penyebabnya

Antibodi dari induk ayam kampung dikim ke telur, sehingga telur ayam kampung akan selalu bersih dari Salmonella yang bersifat zoonosis.

Sementara pada ayam ras, meskipun diberi pakan yang bagus, tapi antibodi di dalam darahnya sedikit, sehingga tidak mampu mengatasi serangan kuman dari luar.

Ada perbedaan antara telur ayam ras dan telur ayam kampung.

Telur ayam ras bisa terkontaminasi kuman sejak di perut induknya.

Jika induknya terpapar Salmonella plorum, ayam akan sakit dan kemudian bisa mati.

Namun, kalau Salmonella enteritis, ayam tidak sakit tapi kuman bisa bersarang di organ reproduksi, menempel di kuning serta putih telur, dan terbawa saat telur keluar dari tubuh ayam.

Berbeda dengan ayam kampung, ayam ini mempunyai kemampuan mengeliminasi kuman (khususnya Salmonella), karena sel imunnya luar biasa.

Sehingga, tidak pernah ada temuan Salmonella di telur ayam kampung.

Prevalensi telur ayam ras terkena Salmonella hanya mencapai 3 persen.

Jika telur direbus tidak matang, maka bisa mengakibatkan diare (ringan) atau tipes (sedang).

Jika ada orang terkena tipes, biasanya tidak menyadari jika penyebabnya dari telur yang tidak diolah dengan benar.

Selain itu, dampak dari bakteri Salmonella sering kali datang dengan cepat, yakni dalam waktu 8-72 jam setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

Baca juga: Ikut UTBK-SBMPTN 2022, Ini 10 PTN Terbaik Versi Webometrics dan QS WUR

 

Gejala bisa agresif dan bisa berlangsung hingga 48 jam. Gejala infeksi Salmonella meliputi:

  • Sakit perut atau kram perut atau nyeri tekan pada perut.
  • Badan menggigil atau panas dingin.
  • Diare.
  • Demam.
  • Nyeri otot.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti urine sedikit atau berwarna gelap, mulut kering, dan energi rendah.
  • BAB berdarah.

Baca juga: Ikut UTBK-SBMPTN 2022, Ini 13 PTN Terbaik Indonesia Versi QS WUR 2022

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com