Kompas.com - 08/04/2022, 16:47 WIB

KOMPAS.com - Dalam beraktivitas, tubuh memerlukan energi yang diperoleh dari asupan makanan. Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama kurang lebih 14 jam.

Banyak orang berpikir, berjam-jam menahan lapar dan haus selama 30 hari bisa membantu mengurangi berat badan.

Nyatanya, di sebagian orang justru berat badan malah stagnan dan naik. Mengapa hal itu terjadi?

Terkait hal tersebut, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Khanza Zatalini menjelaskan dulu proses yang dilakukan tubuh untuk memperoleh energi hingga berat badan stagnan atau justru naik selepas Ramadhan.

Baca juga: Peneliti Unair Hadirkan Produk Herbal Obati Gula Darah dan Kolesterol

“Tubuh kita menggunakan gula sebagai sumber energi. Jadi zat pertama yang akan dipecah tubuh untuk memperoleh energi adalah gula darah atau yang biasa disebut glukosa. Setelah kadar glukosa habis maka tubuh akan memecah glikogen," kata dosen muda tersebut dilansir dari laman UMM.

Namun saat puasa, asupan makanan kita menjadi sedikit. Oleh karenanya, glukosa dan glikogen akan cepat dipecah oleh tubuh.

"Setelah glukosa dan glikogen habis, tubuh akan mulai memecah lemak sebagai sumber energi,” tambahnya.

Acha sapaan akrabnya mengatakan bahwa kondisi puasa sebenarnya sangat menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan tubuh dapat memecah lemak secara alami.

Namun yang terjadi di beberapa orang adalah kenaikan berat badan setelah bulan ramadhan berakhir. Hal ini terjadi karena asupan makanan yang berlebih saat buka puasa dan di malam hari.

Baca juga: Ahli Gizi UGM: Pilihan Makanan Sahur agar Tak Mudah Lapar dan Lemas

“Ketika ngabuburit menunggu buka puasa, biasanya masyarakat Indonesia akan membeli gorengan maupun takjil yang manis-manis. Makanan dan minuman tersebut mengandung karbohidrat simpleks yang kurang baik untuk tubuh. Karbohidrat simpleks sangat mudah diserap oleh tubuh. Namun karena tidak ada aktivitas pengeluaran energi yang berat di malam hari, maka glukosa dalam makanan tidak diolah menjadi energi," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.