Kompas.com - 15/05/2022, 08:11 WIB

 

KOMPAS.com - Penyakit hepatitis akut yang merebak ke berbagai negara termasuk Indonesia membawa kekhawatiran bagi banyak orang.

Apalagi, penyakit ini menyerang anak-anak dimana saat ini banyak yang sudah menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

Masyarakat harus melakukan usaha ekstra demi mencegah penyebaran penyakit misterius ini karena penyebabnya yang belum diketahui.

Dokter Gastro-Hepatologi anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Bagus Setyoboedi menjelaskan bahwa penyakit hepatitis akut menunjukan proses peradangan di hati (hepatitis) yang belum diketahui penyebabnya.

Tidak diketahuinya etiologi dari hepatitis ini menyebabkan banyak kesulitan, baik dari segi pencegahan, penanganan, hingga penanggulangan penyebaran.

Baca juga: Gejala Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Orangtua Harus Tahu

Dokter Bagus menyebutkan bahwa hepatitis yang lazim ditemukan biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, obat/toksin, kondisi autoimun, dan kondisi sistemik.

"Semua penyebab yang diketahui pada hepatitis secara umum telah diteliti, namun penyebab dari hepatitis akut ini belum ditemukan," jelasnya dilansir dari laman Unair.

Hepatitis pada anak yang diakibatkan virus, biasanya menimbulkan gejala ringan hingga sedang.

"Gejala yang ditunjukan sama dengan hepatitis pada umumnya, namun sebagian kasus unknown hepatitis ini cepat memberat dan berdampak pada kegagalan fungsi hati, hingga kematian," sebut dokter Bagus.

Gejala ringan yang tampak di antaranya adalah demam, mual, nyeri otot, muntah, diare, sakit perut dan demam, sebagian disertai gejala kuning. Hepatitis akut juga dapat menyebabkan gejala berat atau fulminan seperti gangguan pembekuan darah dan penurunan kesadaran.

Pergi ke dokter jika ditemukan gejala

Dokter Bagus menyarankan untuk langsung menuju dokter setempat bila ditemukan gejala dari hepatitis yang sampai saat ini hanya ditemukan pada anak di bawah usia 16 tahun.

Untuk meningkatkan keamanan, tenaga medis juga perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan single use medical equipment, serta selalu menerapkan universal precaution.

“Kementerian Kesehatan bersama organisasi profesi kedokteran sudah menyiapkan tata laksana dan alur rujukan dari fasilitas kesehatan pertama hingga lanjutan,” terangnya.

Baca juga: Bagaimana Hepatitis Misterius Menular? Ini Kata Pakar Unpad

Meski belum diketahui penyebabnya, dokter spesialis anak tersebut menyarankan para orang tua untuk mewaspadai penyebaran penyakit ini.

“Secara umum terdapat tiga saluran penyebaran penyakit, yakni saluran cerna, pernapasan, dan kontak darah. Untuk itu sangat disarankan memakai protokol kesehatan, tidak jajan sembarangan, serta tidak berbagi alat makan yang sama,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.