Kompas.com - 06/06/2022, 07:07 WIB

KOMPAS.com - Hilangnya putra sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, saat berenang di sungai Aare, Swiss menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir.

Di Indonesia sendiri, kasus orang hanyut maupun hilang di sungai bukan kali pertama terjadi.

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki banyak sungai, danau, maupun air terjun yang biasa digunakan untuk berenang. Oleh karenanya kasus tenggelam maupun hanyut di sungai kadang terjadi.

Untuk mengantisipasi kecelakaan tersebut, Ketua Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan menjelaskan fenomena itu.

Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Ada Korban yang Tenggelam

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat hanyut maupun tenggelam ketika berenang di sungai.

“Masyarakat tidak mengetahui dengan baik karakteristik sungai tempat dia akan berenang. Ada sungai yang memiliki arus tenang, ringan, dan juga deras. Ada juga sungai yang di atasnya tenang padahal di bawahnya terdapat arus yang cukup deras. Mengenali karakteristik sungai akan membuat kita lebih berhati-hati jika akan berenang dan dapat meminimalisir kasus tenggelam maupun hanyut,” terangnya, dilansir dari rilis UMM.

Fery, sapaan akrabnya, juga menambahkan bahwa sebelum berenang sangat penting untuk melakukan pemanasan. Hal ini berguna untuk mengurangi risiko kram ketika sedang berenang di sungai.

“Penting juga untuk mengetahui kapasitas diri dalam berenang agar tidak hanyut maupun tenggelam,” kata Fery.

Di lain sisi, salah satu tim keamanan dan relawan UMM, Isnien Hadinata Gatot Putra menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa diambil ketika mengetahui seseorang tenggelam atau pun hanyut.

Pertama adalah cari bantuan sekitar dengan memanggil tim Search And Rescue (SAR), pemadam kebakaran, maupun warga sekitar. Kedua adalah kenali korban dalam kondisi sadar atau tidak.

Baca juga: Dosen UMM: Sepak Bola Indonesia Belum Menjanjikan buat Mata Pencaharian

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.