Misbah Fikrianto

Deputi Direktur Administrasi SEAMEO QITEP IN LANGUAGE, Kemendikbud Ristek.

Pemuda Indonesia, Bonus Demografi dan Peluang Masa Depan

Kompas.com - 22/08/2022, 21:44 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KOMPAS.com - Pemuda merupakan sumber daya manusia yang produktif, kreatif, dan inovatif. Pemuda yang berkualitas akan menjadikan negara berkualitas.

Tantangan bonus demografi merupakan peluang untuk kemajuan generasi muda. Sebenarnya, apa itu bonus demografi, bagaimana tantangannya, apa keuntungannya, dan apa upaya yang bisa dilakukan untuk memanfaatkannya?

Bonus demografi adalah suatu kondisi dimana populasi masyarakat akan didominasi oleh individu-individu dengan usia produktif yang akan diisi oleh para anak muda. Usia produktif yang dimaksud adalah rentang usia 15 hingga 64 tahun menurut BPS.

Bonus demografi Indonesia diperkirakan terjadi pada tahun 2030 mendatang.

Bonus demografi adalah sesuatu yang penting untuk diperhatikan oleh siapa pun yang masuk dalam kategori usia produktif, termasuk generasi milenial. Soalnya, fenomena ini bisa menjadi keuntungan sekaligus tantangan dalam dunia kerja.

Menurut Bappenas, pada tahun 2030 jumlah usia penduduk produktif bisa mencapai 64% dari total jumlah penduduk sekitar 297 juta jiwa. Bonus demografi 2030 bisa menjadi momentum Indonesia untuk menjadi negara maju karena berbagai keuntungan yang bisa didapat.

Baca juga: Kreativitas Guru di Banjarmasin, Ajarkan Matematika lewat Permainan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa potret ketenagakerjaan di Indonesia saat ini memiliki potensi yang baik untuk menghadapi masa keemasan bonus demografi. Hal tersebut berdasarkan hasil temuan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2021.

Adapun, Indonesia telah memasuki era bonus demografi di mana usia produktif (15-64 tahun) mendominasi jumlah penduduk di dalam negeri.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 memperkirakan 2021 menjadi puncak bonus demografi di Indonesia, di mana 60 tenaga kerja produktif mendukung 100 penduduk. Hal ini didukung oleh hasil Sensus Penduduk 2020 yang mencatat terdapat 270,2 juta jiwa di Indonesia.

Apa Keuntungan Bonus Demografi Bagi Anak Muda Indonesia?

Bonus demografi tentu sangat memberikan dampak positif untuk bangsa khususnya bagi kaum muda. Setiap negara yang memilikinya.

Dalam jurnal Visioner 12 yang dihimpun oleh Katadata.co.id, disebutkan beberapa dampak bonus demografi antara lain:

  • Menaikkan PDB, Salah satu potensi terbesarnya yaitu menaikkan produk domestik bruto (PDB).
  • Membentuk generasi emas, Manfaat lainnya yang bisa dirasakan negara dengan adanya bonus demografi adalah pembentukan generasi emas. Banyaknya penduduk yang berada dalam usia produktif dapat menjadi celah untuk membentuk generasi emas dalam negara.
  • Meringankan beban hidup masyarakat, Selain itu, manfaat bonus demografi lainnya adalah membuat beban hidup menjadi lebih ringan. Sebab, penduduk usia nonproduktif yang harus ditanggung penduduk usia produktif lebih sedikit.
  • Menumbuhkan roda perekonomani dan menyiapkan persaingan di dunia internasional.

Baca juga: Komisi X DPR: Sisdiknas Harus Akomodasi Bonus Demografi

Tantangan Bonus Demografi

Berikut adalah sejumlah tantangan yang akan dihadapi dalam fenomena ini, diantaranya:

Membutuhkan lapangan kerja yang luas

Jumlah masyarakat usia produktif yang banyak membutuhkan lapangan kerja yang luas pula. Jika tidak ada lapangan kerja yang memadai, bonus demografi justru akan menyebabkan ledakan pengangguran.

Apalagi, jika kita melihat pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), persaingan untuk mencari kerja di Indonesia akan semakin berat. Menurut laporan United Nations Development Programme (UNDP), peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih berada di urutan ke-113 dari 188 negara di dunia.

Peringkat tersebut menunjukkan Indonesia masih kalah dari beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Wajib memiliki skill yang mumpuni.

Selain itu, tantangan selanjutnya dalam fenomena ini adalah masyarakat usia produktif harus memiliki skill yang mumpuni.
Hal ini cukup penting. Sebab, jumlah penduduk usia produktif yang besar kebanyakan akan diisi oleh masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah dan rendah.

Tanpa skill dan ilmu yang memadai, jumlah penduduk usia produktif yang besar akan ternilai sia-sia dan takkan memajukan perekonomian negara.

Sebagai solusi, bidang Pendidikan harus bekerja dua kali lebih maksimal untuk menyediakan program pemantapan skill khusus bagi pekerja dari berbagai sektor bidang dan berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan.

Diperlukan upaya berkelanjutan untuk memberikan fasilitasi peningkatan skill, baik hardskill dan softskill. Pemuda harus terus mengikuti perkembangan dan perubahan ilmu pengetahuan teknologi.

Membutuhkan penguatan jaringan.

Pemuda yang sukses, salah satunya didukung dengan pengelolaan jaringan yang baik. Kebersamaan dan kolektivitas jaringan membuat generasi muda solid dan kuat. Kekuatan jaringan menjadi faktor penting untuk memberikan jalan kemudahan untuk mencapai tujuan. Jaringan merupakan investasi atau asset yang mendukung pencapaian tujuan. Kondisi Digitalisasi sekarang ini, membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk melakukan kolaborasi Bersama.

Peluang Masa Depan

Momentum pasca pandemic Covid-19 dan menghadapi bonus demografi, diperlukan peran Pemuda yang berdaya saing. Peluang pemuda untuk menjadi pemimpin masa depan, sangat terbuka dan berpeluang besar.

Beberapa faktor-faktor yang menjadikan Pemuda memiliki peluang yang besar, diantaranya:

Pemuda lebih kompeten dalam pemanfaatan teknologi

Secara umum, Pemuda memiliki aktivitas yang selalu menggunakan teknologi. Aktivitas keseharian pemuda banyak didukung teknologi.

Pemuda memiliki motivasi yang tinggi untuk Belajar


Generasi muda memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Keterbaharuan informasi dan pengalaman, menjadi dorongan untuk terus belajar. Pemuda melakukan trial terhadap hal-hal baru.

Belajar melalui lingkungan, pengalaman, dan proses edukasi menjadi kekuatan pemuda. Pemuda harus produktif untuk menghasilkan karya.

Secara legalitas, berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, Posisi, peran, dan potensi Pemuda sudah jelas. Pemuda Indonesia sangat penting untuk membangun semua sektor kehidupan.

Peluang untuk memajukan berbagai sektor pembangunan, dibutuhkan kompetensi dan jejaring yang baik. Semoga kita semua mendukung dan menjadikan pemuda sebagai komponen pembangunan bangsa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.