Dosen Prodi PKK UNJ Adakan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim untuk Masyarakat Muara Gembong

Kompas.com - 22/08/2022, 21:55 WIB

KOMPAS.com - Dampak dari perubahan iklim yang diakibatkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) turut dirasakan oleh masyarakat di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Masyarakat di Muara Gembong mengatakan sering sekali terjadi banjir rob. Banjir rob disebabkan oleh kenaikan temperatur atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya kenaikan permukaan air laut.

Berdasarkan data Policy Brief Pusat Riset Kelautan BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (2020), Muara Gembong merupakan muara sungai dari DAS Citarum, salah satu dari 4 sungai tercemar terberat di Indonesia.

Data BPS tahun 2019 diperkirakan volume sampah yang dihasilkan Muara Gembong sebanyak 11.988,47 ton/tahun atau sebesar 1,42 persen dari sampah yang dihasilkan satu Kabupaten Bekasi.

Kondisi di Muara Gembong ini kemudian menggerakan Vania Zulfa, Prastiti Laras Nugraheni, dan Hurriyyatun Kabbaro, dosen Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (Prodi PKK FT UNJ) melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui aksi mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan sampah rumah tangga untuk meningkatkan ketahanan keluarga.

Khalayak sasaran adalah tokoh masyarakat dan ibu-ibu PKK.

Baca juga: Fakultas Teknik UI Punya 9 Smart Classroom, Ruang Kelas Modern-Interaktif

Ketua Pelaksana PkM Vania Zulfa mengatakan, langkah awal dari kegiatan ini dilakukan tiga kegiatan secara bertahap yaitu sosialiasi adaptasi dan mitigasi iklim, pelatihan pembuatan kompos dan mikro organisme lokal dan penanaman beberapa pohon pada pot yang terbuat dari limbah plastik yang telah didaur ulang.

Prastiti Laras Nugraheni, anggota PkM menjelaskan aksi adaptasi peningkatan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan seperti pembuatan warung hidup dan lumbung pangan di mana sebagian dari lahan pekarangan ditanami padi, sayur-sayuran dan buah-buahan.

"Selain itu dilakukan pengelolaan sampah rumah tangga dengan 5 concepts of zero waste yaitu dengan refuse, reduce, reuse, recycle dan rot," jelas Prastiti Laras.

Sementara itu Hurriyyatun Kabbaro, anggota PkM menambahkan, kesadaran memang harus dimulai dari diri sendiri, namun kebersamaan untuk menciptakan bumi yang ramah keluarga merupakan tanggung jawab kita bersama.

"Melalui langkah kecil, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat dimulai dari rumah, demi ketahanan dan kesejahteraan keluarga," tutup Hurriyyatun Kabbaro.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.