Kompas.com - 02/09/2022, 13:47 WIB
|

KOMPAS.com - Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Iwan Pranoto, M.Sc., Ph.D., menyampaikan konsep pendidikan Perguruan Tinggi di masa depan dalam Forum Guru Besar ITB.

Adapun topik yang diangkat ialah bertema "Meng-common-kan Pendidikan Masa Depan". Menurut dia, hal ini sangat penting diketahui.

Apalagi di tengah gelombang kapitalisme yang sangat maju sehingga ruang-ruang publik yang ada menjadi terbatas, termasuk pendidikan itu sendiri.

Menurut Prof. Iwan, "common" yang dimaksud adalah sebagai kondisi ideal di mana setiap orang dapat mengakses sumber daya yang ada.

Baca juga: Pakar ITB: Masyarakat Harus Bijak Gunakan Subsidi Energi Rp 502 Triliun

Ini karena zaman sekarang, proporsi ruang publik yang ada telah banyak terpangkas oleh kepentingan-kepentingan lain, terutama pada negara-negara dunia ketiga.

Karenanya, Sekretaris Komisi I Forum Guru Besar ITB itu merumuskan bahwa pendidikan yang common di Indonesia harus diwujudkan melalui tiga hal, yakni:

  • ruang
  • komunitas
  • aturan yang masing-masing harus berjalan beriringan

"Kalau ruang pendidikan sudah jelas ada yang mengatur, tapi komunitas yang harus dipertanyakan. Apakah yang mengakses pendidikan di Indonesia spektrumnya masih seluas warga Indonesia keseluruhan atau semakin menyempit," tuturnya dikutip dari laman ITB, Jumat (2/9/2022).

"Apakah aturan yang dibuat telah memberikan tindakan-tindakan afirmatif untuk membuat setiap orang dapat terlibat secara aktif atau tidak," imbuhnya.

Baca juga: Lavita Jadi Lulusan Pertama Prodi Magister Teknologi Nano ITB

Ia juga menjelaskan bahwa di dalam kontrak sosial pendidikan yang baru, kurikulum yang ada perlu berkembang dengan kekayaan pengetahuan bersama (knowledge common).

Hal ini diwujudkan dalam suatu proses pembelajaran antarbudaya maupun antardisiplin yang membantu pelajar mengakses dan memproduksi pengetahuan sekaligus membangun kapasitasnya untuk menerapkan dan mengkritisi.

Selain itu, dia juga melihat bahwa penguasaan pengetahuan sebagai bagian dari warisan bersama dari peradaban manusia. Dalam proses transfer pengetahuan ini dapat tercipta pengetahuan baru dalam kerangka dunia-dunia baru.

"Kita harus mulai pembelajaran dari knowledge common. Bukan berarti kita antikapitalisme, tetapi kita harus memperjuangkan akses sains dan teknologi untuk masyarakat luas," terangnya.

Kemudian hasil produksi pengetahuan termasuk pengalaman dalam proses belajar mengajar juga harus dibagikan dalam kerangka knowledge common.

Sedang di luar aspek teoritis, pendidikan tinggi sayangnya tidak menjadi pembela bagi knowledge common saat ini.

Adapun penelitian yang ada ditujukan untuk kepentingan tertentu membuat masyarakat harus bersusah payah dulu mendapatkan suatu pengetahuan yang seharusnya bersifat common.

Karena itu, dia berharap ITB menjadi ujung tombak dalam berjuang untuk menyediakan pengetahuan dan sains yang diproduksinya tersedia bebas dan terbuka sehingga masyarakat dapat menggunakannya.

Baca juga: Peneliti ITB: Mahasiswa Teknik Dirgantara Didorong Ciptakan Inovasi Baru Masa Depan

"Kita harus berani menulis ulang masa depan kita dan masa depan pendidikan kita," tandas Prof. Iwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber ITB


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.