Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan lewat Riset hingga Pemberdayaan Masyarakat

Kompas.com - 22/06/2024, 23:14 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Ketahanan energi menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan kehidupan sebuah negara.

Guna memberikan solusi terkait kebijakan dan rekomendasi di bidang penelitian energi, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) berkomitmen untuk terus fokus di bidang penelitian.

Hal tersebut dipaparkan Ketua Umum PYC, Filda Citra Yusgiantoro. Menurutnya, PYC akan terus aktif melakukan penelitian independen dan mendalam dan berusaha memberikan solusi terkait kebijakan dan rekomendasi di bidang penelitian energi, baik dalam skala nasional, regional, dan internasional.

Baca juga: Ikut Shell Eco-Marathon 2023, Mobil Hemat Energi ITS Juara 3 Dunia

“PYC fokus pada solusi atas penyelesaian masalah dan tantangan yang berdampak signifikan pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” jelas dia dalam perayaan HUT ke-8 PYC yang bertema sustainability di Jakarta.

Sementara itu, Purnomo Yusgiantoro yang merupakan pendiri PYC sekaligus mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, riset energi terbarukan sangat dibutuhkan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Ia mengatakan, kebermanfaat energi terbarukan yang masih rendah perlu diantisipasi dengan transisi energi, dari energi fosil menjadi non-fosil.

“Saya kira sekarang sedang direvisi kebijakan energi nasional yg tadinya di tahun 2014 itu cita-citanya 23 persen yang sekarang sudah kita sesuaikan jadi 17 persen. Tapi yang terpenting mesti ada masa transisi, dari (energi) fosil ke non-fosil mesti ada jembatan. Nah, jembatannya itu adalah transisi energi. Transisinya apa? Ya kita menggunakan energi ramah lingkungan, kita gunakan gas, kemudian secara bertahap kita menggunakan energi baru terbarukan. Jadi mesti bertahap ke sini, itu penting,” ujarnya.

Untuk itu, Purnomo menyebut bahwa semua pihak perlu berkolaborasi dan berperan dalam riset di bidang energi terbarukan.

Baca juga: Terkait Transisi Energi, Dekan FT UGM: Indonesia Masih Bergantung SDA Fosil

“Ada namanya pentahelix dari perguruan tinggi, dari pemerintah lalu dari industri dan riset center dan kita punya. PYC salah satunya sebagai pentahelix,” ungkapnya.

Selain dalam bidang riset, Filda menambahkan, PYC juga aktif melakukan penelitian independen di bidang pertahanan negara dan keamanan nasional.

Termasuk memberikan solusi melalui berbagai proyek penelitian independen, seminar, lokakarya (workshop), konferensi, dan kerja sama dengan institusi pemerintah dan swasta dalam berbagai studi penelitian terkait energi serta Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional.

“Kami juga berkontribusi dalam program inisiasi sosial sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di bidang kebudayaan, kesehatan, dan pendidikan. Kami terlibat aktif mempromosikan warisan kebudayaan lokal dan regional untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia,” kata Filda.

Dalam kesempatan yang sama, PYC juga meluncurkan buku berjudul Pengabdian Purnomo Yusgiantoro dalam Pemerintahan Enam Presiden karya Prof Purnomo Yusgiantoro. Buku tersebut berisi tulisan tentang perjalanan karier Purnomo Yusgiantoro dalam pengabdiannya pada pemerintahan enam presiden Republik Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com