Rabu, 22 Oktober 2014

News / Edukasi

SMKN 2 Medan Merakit Mesin Bubut Digital

Sabtu, 24 Maret 2012 | 07:24 WIB

Oleh Aufrida Wismi Warastri

Jika diberi pelatihan dan pendampingan, remaja bisa merakit banyak hal, termasuk mesin bubut bersistem komputer. Para siswa SMK Negeri 2 Medan membuktikan. Selama sebulan, mereka merakit 32 unit mesin computer numerical control lathe dan computer numerical control milling.

Program perakitan mesin computer numerical control (CNC) milling dan CNC lathe merupakan bantuan pembelajaran kewirausahaan dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2011.

Sekolah menerima berbagai komponen mesin dalam delapan kontainer tahun lalu dari PT Fokus Tool Sindo dan PT Kawan Lama Sejahtera. Dua perusahaan itu melatih dan menyupervisi 20 siswa jurusan teknik permesinan dan 8 siswa jurusan listrik pemakaian yang dipilih berdasarkan prestasi di kelas. Pelatihan dilakukan selama seminggu seusai sekolah.

Selanjutnya, perakitan 12 mesin CNC milling dan 20 mesin CNC lathe dilakukan sekitar sebulan seusai sekolah.

”Satu mesin dirakit selama lima hari oleh tiga siswa. Dua siswa dari teknik mesin, satu siswa dari teknik listrik,” kata Wakil Kelapa Sekolah SMKN 2 Medan Patrionis Ilyas. Program dilaksanakan pada November sampai Desember tahun lalu.

Sebanyak 32 mesin CNC milling dan CNC lathe itu kemudian didistribusikan ke sejumlah SMK di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Riau. Pendistribusian mesin itu diluncurkan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Sabtu (10/3).

Dua mesin CNC lathe dan satu mesin CNC milling ditinggalkan di SMKN 2 Medan untuk digunakan para siswa belajar.

Awalnya, baru 28 siswa yang terlibat, tetapi nanti semua siswa akan mengenal mesin ini,” kata Kepala Jurusan Permesinan SMKN 2 Medan Azwar yang juga Koordinator Program Perakitan Mesin Bubut.

Azwar dibantu guru dari jurusan listrik pemakaian, termasuk pegawai honor SMK Negeri 2, Chandra Afriandi, yang fasih mengoperasikan mesin.

Membuat komponen

CNC lathe dan CNC milling adalah mesin bubut digital. CNC lathe biasanya untuk membubut bahan baku besi atau aluminium berbentuk panjang. Adapun CNC milling untuk bahan baku lebar.

Untuk membuat bidak catur menteri berbahan aluminium dengan detail cukup rumit, mesin CNC lathe membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Proses pengesetan mesin tahap awal membutuhkan waktu beberapa menit, terutama menjaga presisi ukuran.

Dengan alat baru itu, para siswa dan guru SMK Negeri 2 Medan optimistis komponen- komponen baru mesin baru bakal bisa diproduksi. ”Alih teknologi telah terjadi,” tutur Patronis Ilyas.

Namun, kendala masih ditemui di lapangan, yakni belum tersedia dana penelitian. Baik Patronis maupun Azwar mengatakan, biaya diperlukan terutama untuk penyediaan bahan baku. ”Biayanya mahal, tetapi semua bergantung pada itikad. Kalau mau, membuat komponen senjata pun kami bisa,” ujar Azwar berseloroh.

”Setelah tahu cara membuat komponen mesin, kami ingin membuat piston dan blok silinder,” kata Erdin Cardo Matondang (16), siswa kelas II jurusan teknik mesin dan perkakas. Senin lalu, Erdin bersama teman sekelasnya, Jeffry FA Siahaan (16) dan Gilang Rindana (16), serta guru dan pembimbing menunjukkan cara kerja mesin CNC milling dan CNC lathe. ”Setelah kami kuasai, kami berproduksi,” kata Gilang bersemangat.

Cara kerja

Untuk menghasilkan onderdil mesin, para siswa harus menggambar terlebih dulu baru kemudian mengalihbahasakan perintah dengan bahasa komputer/mesin. Bahasa komputer ini yang kemudian bekerja mengoperasikan alat dan membentuk bahan baku sesuai gambar.

Ada tiga cara mengoperasikan mesin bubut itu. Pertama, menggambar dengan program Mastercad di komputer. Program Mastercad langsung mentransfer gambar menjadi bahasa mesin yang langsung bisa ditransfer ke mesin dengan flash disk.

Kedua, menggambar secara manual kemudian mentransfernya dengan bahasa mesin, lalu memasukkan memori dalam flash disk dan membiarkan mesin bubut membaca. Ketiga, secara manual memasukkan bahasa mesin ke mesin bubut.

Sudah tua

SMKN 2 Medan adalah sekolah yang ”sudah berumur” di Kota Medan. Sekolah didirikan tahun 1952 dengan nama Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri 1 Medan di Jalan STM No 12 A.

Sekolah itu memiliki enam jurusan, yakni teknik gambar bangunan, teknik konstruksi bangunan, teknik listrik pemakaian, teknik mesin perkakas, teknik mekanik otomotif, dan teknik sepeda motor, yang baru dibuka tahun lalu. Jumlah siswa saat ini ada 1.622 anak. Karena keterbatasan ruang kelas, siswa masuk pagi dan siang hari.

Saat ini, jurusan mesin perkakas dan mekanik otomotif tengah membuat rancangan mesin babat rumput bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Utara. Mesin babat akan digunakan untuk memangkas rumput-rumput di jalanan kota/kabupaten di Sumut.

Pada tahun 2009 para guru dan murid dari jurusan gambar bangunan dan teknik konstruksi bangunan membangun sendiri ruang praktik belajar mereka. Bangunan berukuran 8 meter x 12 meter dengan dari dana komite sekolah itu kini sudah berdiri dan digunakan.

 


Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: