Kiat Menulis Esai untuk Beasiswa Chevening - Kompas.com

Kiat Menulis Esai untuk Beasiswa Chevening

Kompas.com - 23/01/2015, 09:00 WIB
KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENA Salah satu sudut Kompleks Cambridge University Inggris.
KOMPAS.com - Beasiswa Chevening merupakan program beasiswa global dari Pemerintah Inggris, didanai oleh Kementerian Luar Negeri Inggris dan mitra-mitra dari berbagai organisasi. Sebagai penerima beasiswa Chevening, Rio Damar berkesempatan untuk masuk ke dalam jejaring rekanan pemimpin-pemimpin internasional.

Beberapa alumni beasiswa Chevening dari Indonesia, di antaranya: Mantan Menteri lingkungan hidup, Balthasar Kambuaya dan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Rizal Sukma.

“Seleksinya tidak mudah, tetapi mengetahui formula penulisan esai yang tepat adalah langkah awal ke tahap seleksi selanjutnya, yakni wawancara,” ujar Rio yang memilih meneruskan pendidikan di kota London.

Sebagai langkah awal penerimaan beasiswa Chevening, kandidatnya harus menuliskan esai yang menjelaskan argumennya untuk mendapatkan penghargaan beasiswa tersebut.

Ia pun menambahkan, “Kalau saya lihat, penulisan-penulisan argumen yang lolos membagi argumen mereka menjadi tiga bagian penting, yaitu situasi personal, pemahaman mengenai Indonesia, dan pengetahuan tentang Inggris,” ujar penggagas situs www.melela.org ini.

Pemilik akun twitter @Rio_damar ini kemudian merincikan tiga bagian yang dilihatnya menjadi kunci sukses keberhasilan essay para penerima beasiswa Chevening Indonesia.

Situasi Personal

Bagian ini menjabarkan kegiatan kandidat ketika mendaftar beasiswa Chevening ke Inggris. Chevening mensyaratkan pengalaman bekerja selama dua tahun sebelum mendaftar untuk melihat sejauh mana potensi kepemimpinan kandidat yang mendaftar. Kandidat menjelaskan tentang pekerjaannya dan institusi tempatnya bekerja.

Sesederhana mungkin, kandidat juga menceritakan posisinya di kantor dan tugas apa yang menjadi tanggung jawabnya. Ceritakan korelasi pendidikan yang dimiliki sebelumnya dengan kegiatan saat ini, lalu ceritakan tantangan yang dihadapi di dalam pekerjaan.

"Bagaimana menghadapi tantangan tersebut? Di bagian inilah kandidat memaparkan mengapa ia pantas menerima penghargaan beasiswa ke Inggris. Terangkan pula rencana setelah kembali dari Inggris. Apa yang ingin dilakukan dalam kurun waktu 5—10 tahun?" kata Rio.

Pemahaman mengenai Indonesia

Ceritakan mengapa kandidat memilih program studi tertentu dan apa kaitannya dengan perkembangan di Indonesia. Apa hasil yang akan diperoleh dan seberapa penting buat Indonesia? Untuk menguraikan ini, kandidat harus mengetahui keadaan di Indonesia. Berikan data statistik dan angka dari sumber terpercaya.

"Di internet banyak, kok. Kemudian berikan interpretasi singkat mengenai data tersebut. Saran saya, hindari memberikan data yang terlalu umum. Ambil data yang berkaitan dengan studi yang akan diikuti, lalu kaitkan dengan hasil yang bisa diraih untuk diri sendiri, orang-orang di sekitar, dan Indonesia. Tidak usah terlalu besar, yang penting realistis dan spesifik," kata Rio.

Pengetahuan tentang Inggris

Bagian ini bisa dimulai dengan menceritakan mengapa memilih meneruskan pendidikan di Inggris? Apa yang membuat pendidikan di Inggris berbeda dengan negara-negara lain? Bisa juga menceritakan tentang tokoh-tokoh pemimpin di Inggris yang dikagumi, seperti Margaret Thatcher, Tony Blair, atau Boris Johnson.

"Mengapa kandidat mengagumi kepemimpinan tokoh tersebut? Di samping itu, menceritakan keadaan di Inggris yang berkaitan dengan bidang studi juga menjadi nilai tambah," katanya.

EditorHindra Liauw
Komentar
Close Ads X