Gandeng Korporasi, Perkuat Wirausaha Muda untuk Atasi Ketimpangan - Kompas.com

Gandeng Korporasi, Perkuat Wirausaha Muda untuk Atasi Ketimpangan

Kompas.com - 09/11/2017, 13:34 WIB
IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Korporasi besar harus bisa bersinergi dengan pengusaha kecil, termasuk industri berbasis sumber daya alam (SDA). Sinergi tersebut bisa ikut mengatasi ketimpangan ekonomi.

"Sinergi itu kelak akan menumbuhkan dan memperkuat jiwa kewirausahaan para pemula, terutama anak-anak muda. Kemampuan usaha juga diharapkan meningkat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, untuk mengatasi ketimpangan yang ada," ujar Kamrussamad, Ketua BPP Himpunan Pengusaha KAHMI, dalam siaran pers dialog tentang kewirausahaan di Pekanbaru, Riau, Rabu (8/11/2017).

Kamrussamad menambahkan, banyak daerah di Indonesia punya potensi bisnis dari sektor industri berbasis SDA. Di Riau misalnya, yang menurut dia, terdapat korporasi besar berbasis SDA.

"Seperti dari sektor migas seperti Cevron yang berpusat di Duri, Bengkalis dan Petroselat, mestinya bisa membuka diri dan bersinergi dengan pengusaha lokal Riau," kata Kamrussamad.

Selain Cevron, lanjut dia, juga afa Sinar Ma, RAPP milik Sukanto Tanoto, dan industri sawit Wilmar, bahkan proyek properti hunian menengah atas yang digarap kelompok usaha Ciputra.

"Sinergi itu melibatkan peran pengusaha, karena merekalah yang mampu mengubah paradigma anak-anak muda, dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja," ujar Kamrussamad.

Ke depan, lanjut dia, para pengusaha di tubuh KAHMI harus memperkuat semangat dan visi entrepreneur, terutama untuk mengubah mindset dari pencari lapangan kerja menjadi pencipta lapangan kerja itu.

Menurut dia, Indonesia akan sangat banyak membutuhkan sumber daya manusia (SDM) muda yang berkualitas dan kuat dari sisi kewirausahaan. Kekuatan itu diperlukan untuk mendukung kesiapan menjalankan skenario pertumbuhan ekonomi tinggi menuju negara berpendapatan tinggi pada 2035.

Saat itu, PDB Indonesia juga ditargetkan menjadi keempat terbesar di dunia. Untuk itulah, Indonesia mutlak membutuhkan enterpreneur kuat dan berkualitas.
 
"Karena itu, kami juga perlu melakukan reorientasi mental perjuangan, yakni dari political oriented menjadi entrepreneur oriented. Dari situ kita akan bisa menciptakan SDM yang tangguh dan mandiri sekaligus mampu mencetak lapangan pekerjaan," ucapnya.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM