Inovasi Jadi Penentu Kemajuan, Vokasi Bisa Diandalkan - Kompas.com

Inovasi Jadi Penentu Kemajuan, Vokasi Bisa Diandalkan

Kompas.com - 19/11/2017, 19:25 WIB
Bambang Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), dalam seminar nasional Membangun Kapabilitas SDM Indonesia di Universitas Darma Persada Jakarta, Sabtu (18/11/2017).Dok. Unsada Bambang Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), dalam seminar nasional Membangun Kapabilitas SDM Indonesia di Universitas Darma Persada Jakarta, Sabtu (18/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penguasaan inovasi menjadi faktor penentu utama kemajuan negara. Untuk melahirkan banyaknya inovasi itu, dalam jangka pendek ini pendidikan vokasi menjadi hal paling diperlukan Indonesia.

"Sumber daya ekonomi terkini bukan lagi kekayaan alam, letak geografis, jumlah penduduk atau tenaga kerja murah, melainkan pengetahuan," kata Bambang Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), dalam seminar nasional Membangun Kapabilitas SDM Indonesia di Universitas Darma Persada Jakarta, "Sabtu (18/11/2017).

Bambang menjelaskan saat ini Indonesia masih dihantui oleh jumlah pengangguran terbuka yang terus meningkat dalam setiap periode. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2017 tercatat tingkat pengangguran terbuka sudah mencapai 7,04 juta atau meningkat hingga 10 ribu dibanding periode sama pada tahun lalu.

Ironisnya, lanjut Bambang, dari data tingkat pengangguran terbuka tersebut, menurut data BPS jumlah terbesar berdasarkan tingkat pendidikan itu ternyata berasal dari sekolah menengah kejuruan SMK) sebesar 11,41 persen dan sekolah menengah atas (SMA) sebesar 8,29 persen.

"Di sinilah pentingnya pendidikan vokasi supaya bisa menyiapkan tenaga-tenaga yang lebih terampil," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unsada Dr Dadang Solihin, menyatakan pendidikan vokasi merupakan hal penting yang harusnya diperbanyak di institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Di saat kualitas pendidikan tenaga kerja Indonesia yang masih rendah, program pendidikan vokasi dinilai bisa memberikan solusi.

"Tenaga-tenaga terampil ini diperlukan untuk merespons persaingan tenaga kerja yang semakin kompetitif dan global," katanya.

Berkaitan dengan hal itu, lanjut Dadang, pihaknya meresmikan tempat uji kompetensi untuk lebih mempersiapkan para tenaga kerja Indonesia yang terampil. Adanya tempat uji kompetensi ini diharapkan bisa lebih memperbaiki kualitas pendidikan tenaga kerja di Indonesia yang saat ini masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM