Tips Menghadapi Kebingungan saat Ujian dan Kebiasaan Suka Berdalih - Kompas.com

Tips Menghadapi Kebingungan saat Ujian dan Kebiasaan Suka Berdalih

Kompas.com - 01/02/2018, 22:47 WIB
Kultur akademik di Hanze UAS membuat mahasiswa harus mandiri. Mahasiswa harus menyusun semua subyek kuliah sendiri secara online sistem Osiris. M Latief/KOMPAS.com Kultur akademik di Hanze UAS membuat mahasiswa harus mandiri. Mahasiswa harus menyusun semua subyek kuliah sendiri secara online sistem Osiris.

KOMPAS.com - Ada empat cara agar mahasiswa tidak bingung saat menghadapi ujian, apalagi sampai banyak berdalih untuk tidak bersiap diri menghadapinya. Dr Alex Lim, dosen senior di Management Development Institute of Singapore (MDIS) memaparkan cara jitunya.

"Kehidupan mahasiswa tak lepas dari ujian. Sayangnya, tidak sedikit yang suka kebingungan, bahkan stres ketika menghadapinya," ujar Alex, Rabu (31/1/2018).

Untuk menghadapi "penyakit" kebingungan saat menghadapi ujian atau biasa disebut exam blues Alex memperkenalkan apa yang ia sebut dengan "4P". P pertama, tutur Alex, buatlah rencana (plan).

"Ini solusi utama mengatasi kekhawatiran si mahasiswa. Mulailah merencanakan segala sesuatu dari awal, setidaknya 4 bulan sebelum ujian," Alex.

Rencana itu perlu dibuat jadwal bulanan yang mencakup waktu, mata kuliah, buku, nomor halaman, dan lain-lain. Jalani jadwal tersebut dalam jangka waktu tertentu, dan ada timeline yang jelas.

"Dan, yang tidak kalah penting adalah gunakan uang secara efisien dan efektif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan," ujarnya.

Selanjutnya, P yang kedua adalah "place" atau cara kita menciptakan tempat belajar. Artinya, harus ada lingkungan belajar yang kondusif.

"Buatlah suatu tempat belajar yang dipersonalisasikan khusus untuk tempat belajar Anda. Singkirkan segala distraksi di tempat belajar tersebut, dan dekorasikanlah tempat tersebut sehingga bisa memotivasi," sambungnya.

Sementara itu, P yang ketiga adalah physical atau rawatlah fisik. Dosen yang pernah mendapatkan penghargaan Top Premier Adviser in 2006 di Singapura itu mengaku yakin bahwa dengan tercukupinya nutrisi, asupan dan waktu istirahat sangat berpengaruh pada fisik mahasiswa.

"Minulah air 3 liter sehari, perbanyak vitamin C atau buah-buahan dan isitirahat yang cukup. Bagus juga bisa dapat istirahat sebentar setelah satu jam belajar dengan mendengarkan musik, atau menonton video motivasional di Youtube," kata Alex Lim yang mengaku sangat percaya pada pendidikan dan manajemen yang holistik.

Adapun P yang terakhir adalah "Purposeful"  atau memiliki hidup yang punya tujuan, dan mengejar tujuan itu selama hidupnya.

"Tulislah goal Anda. Buatlah dengan simpel, realistis, dan jelas. Tempatkan itu di meja atau ruang belajar, lalu visualisasikan goal itu dalam pikiran Anda, dan teruslah belajar," ujar Alex.

Alex menyarankan, mahasiswa tak perlu bermimpi untuk menjadi hebat, mereka harus membayangkan kegigihan mereka sekarang dalam melewati berbagai rintangan.

"Jadilah elang yang berani terbang lebih tinggi, jangan jadi anak ayam yang mau digiring kemana saja," katanya.

Berdalih

Terkait  kebiasaan mahasiswa yang suka mencari alasan atau berdalih, menurut Alex, itu merupakan hal alami, tapi bisa membuat masyarakat semakin terganggu mindset-nya. Beberapa contoh alasan yang umum digunakan atau pikiran yang menggangu adalah "Tampaknya saya tidak mampu melakukannya", "Saya tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari silabus". "Saya tidak bisa mengnginat apapun yang sudah saya pelajari."

Menurut Alex, pikiran-pikiran semacam itu umumnya disebabkan oleh kekhawatiran dan ketakutan. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi itu akan menyebabkan efek serius seperti stres, tidak punya motivasi, dan enggan berusaha.

"Jika sudah terjadi kondisi ini, maka akan susah mengembalikannya ke kondisi semula. Maka, mulailah dengan langkah yang benar, karena ini akan menjadi langkah pertama Anda memerangi pikiran dan kekhawatiran negatif. Tak semua orang dapat melakukan sesuatu dengan benar, namun semua berusaha melalui latihan yang giat," ujarnya.

Untuk menghindari kekhawatiran dan pikiran negatif itu, Alex punya action plan yang bisa ditiru dan dilakukan. Pertama, mengenali bahwakebiasaan untuk beralasan adalah bukan perilaku dan "jati diri" Anda.

Lalu, ubalah pikiran Anda melalui rangkaian pola pikir yang memfokuskan kekuatan Anda, bukan kelemahan.

"Tip praktisnya, dengarlah musik atau lakukan olahraga ringan untuk mendistraksi pikiran pada dari kekhawatiran. Tapi, jangan lakukan aktivitas yang bersifat adiktif, karena ini dapat memakan waktu Anda," katanya.


EditorLatief
Komentar
Close Ads X