Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Guru Jadi Teladan dalam Membangun Pendidikan Karakter

KOMPAS.com - Hari Guru Nasional tahun ini akan melibatkan guru dan tenaga kependidikan dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemerintah mengajak guru dan tenaga kependidikan untuk memberi ketaladanan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Pada puncak Hari Guru Nasional yang bertema "Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru" yang ditetapkan 25 November 2017, para guru akan melaksanakan upacara yang dipimpin Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara khusus menggelar Simposium Nasional Tenaga Kependidikan 2017 bertema “Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dalam Penyiapan Keterampilan Abad 21.” Rencananya, simposium diselenggarakan mulai 23 hingga 26 November 2017.

Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah (Tendik Dikdasmen) Bambang Winarji mengatakan, kegiatan itu bersamaan dengan Pekan Kreativitas dan Apresiasi dalam rangka Hari Guru Nasional yang diselenggarakan setiap tahun.

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39, tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

Dalam melaksanakan tugas tersebut sering kali terdapat berbagai masalah dalam penyelenggaran pendidikan di satuan pendidikan. Menurut dia, telah banyak aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kependidikan dalam memecahkan permasalahan tersebut.

Baca: Hari Guru Nasional Tahun Ini Libatkan Seribu Guru


“Namun aktivitas tersebut belum terdokumentasikan dan dapat diakses secara terbuka oleh satuan pendidikan lainnya,” katanya.

Forum Simposium Nasional Tenaga Kegiatan 2017 menjadi wahana bertukar informasi, berbagi serta pengetahuan antar-kepala sekolah dan pengawas sekolah. “Acara ini sekaligus sebagai strategi pengembangan profesi tenaga kependidikan yang dilaksanakan pada tingkat nasional,” ujarnya.

Simposium itu diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan profesi tenaga kependidikan dalam bentuk penyebaran informasi, diskusi, ekspos gagasan, dan pertemuan ilmiah serta ajang unjuk prestasi lainnya.

Selain itu, simposium juga diselenggarakan sebagai upaya mengapresiasi hasil karya terbaik tenaga kependidikan. Karya para tenaga kependidikan tersebut berupa hasil riset, hasil kajian, gagasan baru dan poster, utamanya terkait tugas pokok dan fungsi kepala sekolah serta pengawas sekolah.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong kreativitas Tenaga Kependidikan dalam menghasilkan karya ilmiah dan gagasan-gagasan baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian prestasi peserta didik,” katanya.

https://edukasi.kompas.com/read/2017/11/21/20351641/guru-jadi-teladan-dalam-membangun-pendidikan-karakter

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com