Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Guru Diajak Ubah Sikap dan Mental dalam Mendidik Siswa

Fenomena itu berdampak tidak baik bagi pembentukan karakter siswa. Salah satu contohnya, guru tidak hadir di kelas, padahal telah mendapat tunjangan mengajar.

Berdasarkan kajian World Bank, peningkatan tunjangan profesi guru tidak berdampak langsung pada peningkatan profesionalitas mereka.

"Para guru harus mengubah sikap dan cara berpikir bahwa mereka adalah seorang guru, bukan sekadar 'tukang batu' yang bekerja dengan modal fisik," ujar Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Anas M Adam di Hotel Ambara, Kamis (23/11/2017) malam.

Baca: Pendidikan Karakter dan Keteladanan Guru Jadi Tema Utama Hari Guru


Anas M Adam yang berbicara dalam pembukaan seminar nasional bertema "Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru Pendidikan Dasar" itu mengatakan bahwa guru bertugas mendidik siswa berarti membentuk pribadi-pribadi manusia.

Dengan tugas itu, kata Anas, guru harus mau memacu diri untuk meningkatkan kemampuan mengajar.

Terlebih lagi, saat ini, penguatan pendidikan karakter menjadi program prioritas pemerintah. Pendidikan karakter diterapkan secara terintegrasi dalam mata pelajaran dan keseharian.

Nilai-nilai baik diterapkan sehari-hari di lingkungan sekolah agar menjadi kebiasaan. Sikap dan perilaku guru sebagai pendidik menjadi kunci pembentukan karakter. Dengan demikian, guru harus bisa memberi keteladanan dalam keseharian agar anak berkarakter baik.

"Jangan sampai guru justru memberi contoh yang tidak baik. Misalnya, memberi jawaban saat anak melaksanakan ujian nasional. Itu justru menipu anak untuk mengenali dan menerima diri mereka apa adanya," katanya.

Bantuan yang diberikan guru kepada siswanya tersebut justru menjerumuskan anak untuk malas belajar dan tidak mau bekerja keras.

"Kenapa banyak korupsi? Karena anak dididik tidak benar, tidak jujur, dengan penipuan nilai ujian," katanya.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini mengangkat tema "Membangun Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru."

Puncak peringatan Hari Guru dirayakan dengan upacara yang akan dipimpin oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (25/11/2017).

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sendiri mengajak seribu guru dan tenaga kependidikan dari semua provinsi di Indonesia untuk menjadi peserta peringatan Hari Guru Nasional yang berlangsung pada 23-25 November 2017 itu.

https://edukasi.kompas.com/read/2017/11/24/16193141/guru-diajak-ubah-sikap-dan-mental-dalam-mendidik-siswa

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com