Salin Artikel

Perpustakaan Digital Pertama Kedutaan Indonesia di KBRI Bangkok

Tidak hanya buku, perpustakaan digital itu juga menyediakan suratkabar nasional dan majalah yang update secara real time, antara lain Harian Kompas, Kontan, Koran Tempo, Media Indonesia, Jawa Pos, Majalah Tempo, Gatra, dan Trubus.

“Ini adalah perpustakaan digital pertama Kedutaan Besar Republik Indonesia di seluruh dunia. Kami mencoba menjawab tantangan informasi di era digital. Membaca itu tidak perlu lagi pergi ke perpustakaan, tapi bisa di mana saja, kapan saja, dan bisa diakses melalui ponsel,” kata Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi dalam acara peluncuran perpustakaan digital di Gedung KBRI Bangkok, Thailand, Sabtu (18/8/2018).

Acara peluncuran dilakukan bersamaan dengan acara syukuran HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar KBRI Bangkok dan dihadiri ratusan masyarakat Indonesia yang tinggal di kota Bangkok dan sekitarnya.

Ada sekitar 3.000 masyarakat Indonesia yang tinggal di Thailand. Rusdi berharap, staf KBRI dan masyarakat Indonesia memanfaatkan perpustakaan ini secara maksimal.

Biasanya, masyarakat Indonesia di luar negeri tidak banyak yang memiliki akses terhadap media dan buku di tanah air. Perpustakaan digital ini, kata dia, menjawab persoalan itu.

“Ada lebih dari 2.500 judul buku di perpustakaan itu dan akan terus bertambah. Saya akan meminta staff KBRI untuk membaca satu buku per minggu lalu nanti mereka share di rapat bersama untuk saling berbagi pengetahuan,” kata Rusdi.

Perpustaakan digital KBRI Bangkok berbasis aplikasi eperpus (www.eperpus.com) yang dikembangkan oleh Gramedia Digital Nusantara (GDN), anak usaha Kompas Gramedia yang bergerak di bidang usaha penerbitan digital.

Perpustakaan digital ini dapat diunduh di playstore untuk pengguna android dan app store untuk pengguna iOS. Nama aplikasinya adalah KBRI Bangkok eLibrary.

Vice Presiden Business and Relation Gramedia Digital Nusantara Sarjito mengatakan, aplikasi eperpus adalah solusi yang dikembangkan GDN bagi korporasi yang ingin membangun perpustakaan berbasis digital. 

Aplikasi ini, kata dia, juga bisa digunakan untuk membangun learning center bagi lembaga mapun perusahaan. 

“Perpustakaan ini sangat praktis karena tidak membutuhkan tempat dan bisa diakses di mana pun dan kapan pun. Aneka materi pembelajaran dan dokumen juga bisa disimpan di perpustakaan ini,” kata dia.

https://edukasi.kompas.com/read/2018/08/18/20492331/perpustakaan-digital-pertama-kedutaan-indonesia-di-kbri-bangkok

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.