Salin Artikel

Guru Daerah Terpencil Tidak Boleh Tertinggal

Edi Ahram, guru SD Negeri Lalowata, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara mengalahkan 33 orang peserta lain yang berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air. Di antaranya dari provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur yang telah lama menjadi barometer pendidikan nasional.

Ahram, guru yang sekolahnya belum tersentuh pembangunan, berhasil menjadi yang terbaik dalam Perlombaan Inobel Pendidikan Dasar Tingkat Nasional untuk bidang lomba Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) SD.

“Sebagai (guru) daerah terpencil, kami memang terbatas dari segala fasilitas, sarana, sehingga mendorong saya untuk membuat beberapa inovasi pembelajaran, diantaranya "Mega Sigra" atau Media Peraga Simulasi Gerhana,” cerita Arham tentang karyanya tersebut.

BACA JUGA: Guru Honorer Jadi Garda Depan Kualitas Pendidikan di Daerah Terluar

Dia berharap bisa menjadi guru yang bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru lain, terutama yang bertugas di daerah khusus.

"Jangan karena terpencil, mau dikucilkan. Kemudian karena kami di daerah tertinggal, kami mau ketinggalan,” ucap Ahram, Kamis (20/9/2018).

Sebagai salah satu pemenang Inobel, Ahram memperoleh uang pembinaan sebesar Rp10 juta, beserta laptop dan piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Rupanya, selain Inobel, Ahram pernah meraih penghargaan terbaik kedua pada ajang Pemilihan Guru Beprestasi dan Berdedikasi Tahun 2018 yang diadakan Kemendikbud dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke-73.

Keberhasilan Arham dan para pemenang lainnya dalam Perlombaan Inobel Pendidikan Dasar Tingkat Nasional Tahun 2018 disambut baik oleh Plt. Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Muhammad Qudrat Wisnu Aji.

Cara itu diperlukan agar mereka bisa menghasilkan peserta didik yang memiliki keahlian berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif.

Menurutnya, Inobel bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut. Dia juga mengimbau agar karya-karya para pemenang dan finalis lomba dapat diadopsi, diadaptasi dan diimplementasi guru-guru lain di daerah masing-masing.

BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar, Kemendikbud Luncurkan "PINTAR"

Perlombaan Inobel Pendidikan Dasar Tingkat Nasional merupakan gelaran rutin yang diselenggarakan Ditjen GTK sebagai ajang peningkatan mutu dan kompetensi pembelajaran.

Pesertanya merupakan guru SD dan SMP yang berasal dari 34 provinsi. Para peserta tersebut kemudian diseleksi dalam berbagai tahapan, termasuk di dalamnya uji plagiarisme, similarity dan sitasi atas naskah karya Inobel yang dilombakan.

Selain untuk jenjang pendidikan dasar, Ditjen GTK pada 2018 ini juga akan menyelenggarakan perlombaan Inobel untuk guru-guru jenjang TK dan PAUD serta SMA dan SMP pada bulan November mendatang.

https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/02/11234941/guru-daerah-terpencil-tidak-boleh-tertinggal

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.