Salin Artikel

Menristekdikti Tantang UI Masuk Daftar Peringkat 200 Terbaik Dunia

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir didampingi Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E.Ishii Masafumi, Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis, Direktur RSUI Julianto Witjaksono dan Chief representatives JiCA Indonesia Mr. Yamanaka Sinichi meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang berlokasi di dalam kompleks Kampus UI, Depok, Rabu ini (13/2//2019).

Kehadiran RSUI ini ditargetkan akan menaikkan posisi UI pada tataran perguruan tinggi internasional di atas ranking 200 dunia.

Saya berharap rumah sakit Universitas Indonesia ini menjadi pusat pengembangan pendidikan dan inovasi dalam bidang kesehatan. Kehadiran RSUI ini dapat meningkatkan standar Universitas Indonesia bukan hanya menjadi rujukan tingkat nasional, namun saya berharap Universitas Indonesia menjadi universitas global," ujar Mohamad Nasir.

Kemenristekdikti menambahkan, "Tantangan yang harus kita hadapi itu bagaimana membawa institusi pendidikan tinggi Indonesia pada standar dunia. Saya tantang UI naik ke peringkat 200 besar dunia." 

Sebelumnya, RSUI telah beroperasi terbatas bagi sivitas akademika UI dan para staff di lingkungan UI sejak 22 November 2018. RSUI kini dapat menerima pasien dari masyarakat sekaligus beroperasi menjadi tempat pengembangan pendidikan dan inovasi dalam bidang kesehatan. 

RS pendidikan terbesar

Menteri Nasir mengapresiasi UI yang telah membangun rumah sakit dengan fasilitas baik dan memiliki teknologi tahan gempa hingga 9 skala Richter.

Namun demikian Menristekdikti mengingatkan agar UI tidak berpuas diri dengan capaian yang ada, UI dan RSUI  dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas dengan membandingkan diri dan mempelajari ‘best practice’  dari perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan dari negara lain yang yang telah lebih maju.

Menteri Nasir juga mengatakan Kemenristekdikti telah membangun 24 rumah sakit pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. RSUI merupakan salah satu rumah sakit pendidikan terbaik dan terbesar yang ada di Indonesia.

Rektor UI Muhammad Anis menuturkan, “RSUI diharapkan mampu menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa di “Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UI” yaitu Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat (inter-professional education)."

Layanan kesehatan dan masyarakat

Rektor UI juga menambahkan, "RSUI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi dengan universitas-universitas regional.”

Direktur RSUI Julianto menambahkan, “RSUI merupakan pelopor penerapan konsep pelayanan primer, sekunder dan tersier dalam satu atap melalui integrasi kolaborasi hospital care dan community care."

Konsep ini, menurutnya, berkesesuaian dengan norma yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan.

Pelayanan Kesehatan Satu Atap ini sangat memudahkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya secara holistik dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih efiesien.

"Selain itu, RSUI diposisikan akan menjadi rumah sakit pusat nasional untuk penelitian kendali mutu dan kendali biaya dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tambah Julianto.

https://edukasi.kompas.com/read/2019/02/13/21514221/menristekdikti-tantang-ui-masuk-daftar-peringkat-200-terbaik-dunia

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.