Salin Artikel

Lembaga Manajemen Talenta Jadi Penghubung Pendidikan dan Industri

KOMPAS.com – Dalam pidatonya di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019), presiden terpilih pada Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan beberapa tahapan yang akan dilakukannya bersama wakil presiden terpilih, Ma'ruf Amin, untuk membuat Indonesia lebih produktif, memiliki daya saing, dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan di dunia.

Salah satunya yaitu melakukan manajemen talenta melalui pembentukan Lembaga Manajemen Talenta. Lembaga itu akan mengidentifikasi, memfasilitasi, dan memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Selain itu, dukungan juga akan diberikan kepada diaspora yang memiliki bakat yang besar untuk memberikan sumbangan demi percepatan pembangunan Indonesia.

“Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global,” ucap Jokowi.

Jembatan penghubung

Terkait dengan itu, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari menuturkan, Lembaga Manajemen Talenta akan menjadi jembatan penghubung antara dunia pendidikan dan industri.

“Banyak mereka sudah dibekali pendidikan dasar masih ada gap yang dibutuhkan industri, skill benchmark yang belum harus diakselerasi,” ucap Hari, seperti dilansir Antara, Rabu (24/7/2019).

Dia mengharapkan lembaga tersebut bisa menyediakan pelatihan melalui kerja sama dengan sekolah vokasi untuk memberikan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Lembaga Manajemen Talenta pun diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang memberikan insentif kepada sekolah vokasi dan bisa menginventarisasi semua talenta yang dipunya sehingga bisa diketahui produk potensial untuk dihasilkan, di samping juga mengetahui kekurangan talenta di bidang tertentu.

Mempermudah diaspora

Hari berpendapat, lembaga itu bisa melengkapi fungsi dari kementerian tertentu yang sebelumnya fokus pada pengembangan keterampilan anak muda dan tenaga kerja.

Ia mengungkapkan, industri kreatif memerlukan banyak talenta di bidang programming. Bahkan sejumlah perusahaan berkembang harus mempekerjakan programmer dari luar negeri karena tenaga tersebut masih kurang di Indonesia.

Namun sebaliknya, diaspora yang sudah mempunyai keterampilan dan ingin kembali ke Tanah Air malah menghadapi masalah terkait imigrasi.

Itulah antara lain yang diharapkan dari Lembaga Manajemen Talenta agar bisa menghasilkan kebijakan yang mempermudah diaspora bekerja dan tinggal kembali di Indonesia.

“Kita banyak yang tumpang tindih. Lembaga Manajemen Talenta ini diharapkan dapat mempersingkat, jangan sampai menambah rantai proses,” tutur Hari. 

https://edukasi.kompas.com/read/2019/07/24/19152651/lembaga-manajemen-talenta-jadi-penghubung-pendidikan-dan-industri

Terkini Lainnya

Dosen IPB Sebut 7 Makanan Manusia yang Tidak Bisa Dimakan Kucing

Dosen IPB Sebut 7 Makanan Manusia yang Tidak Bisa Dimakan Kucing

Edu
Libur Sekolah Total 24 Hari Selama Puasa dan Idul Fitri 2025

Libur Sekolah Total 24 Hari Selama Puasa dan Idul Fitri 2025

Edu
Cek Biaya Uang Pangkal Kedoktean Unsoed Jalur Mandiri 2025

Cek Biaya Uang Pangkal Kedoktean Unsoed Jalur Mandiri 2025

Edu
Beasiswa S1 Gratis ke Singapura, Dapat Tunjangan Hidup dan Asrama

Beasiswa S1 Gratis ke Singapura, Dapat Tunjangan Hidup dan Asrama

Edu
Minat Siswa Belajar Sains Menurun, Wakil Dekan FMIPA UGM Ungkap Penyebabnya

Minat Siswa Belajar Sains Menurun, Wakil Dekan FMIPA UGM Ungkap Penyebabnya

Edu
Beasiswa JIS untuk Siswa Kelas 8-10, Gratis Biaya Sekolah Sampai Lulus

Beasiswa JIS untuk Siswa Kelas 8-10, Gratis Biaya Sekolah Sampai Lulus

Edu
Ramai Tagar KaburAjaDulu, Cek 10 Beasiswa S1-S3 Gratis ke Luar Negeri Tak Wajib Pulang ke Indonesia

Ramai Tagar KaburAjaDulu, Cek 10 Beasiswa S1-S3 Gratis ke Luar Negeri Tak Wajib Pulang ke Indonesia

Edu
Menteri Mu’ti: ASN Harus Kerja Lebih Cerdas dan Inovatif di Tengah Efisiensi Anggaran

Menteri Mu’ti: ASN Harus Kerja Lebih Cerdas dan Inovatif di Tengah Efisiensi Anggaran

Edu
Syarat Nilai Rapor untuk Daftar IPDN dan Jurusannya, Kuliah Gratis Bisa Jadi CPNS

Syarat Nilai Rapor untuk Daftar IPDN dan Jurusannya, Kuliah Gratis Bisa Jadi CPNS

Edu
Kemenag: 39.012 Siswa Daftar Madrasah Aliyah Unggulan Tahun 2025

Kemenag: 39.012 Siswa Daftar Madrasah Aliyah Unggulan Tahun 2025

Edu
Anak Usaha PT KAI Buka Lowongan Kerja Pramugara-Pramugari 2025, Lulusan SMA Bisa Daftar

Anak Usaha PT KAI Buka Lowongan Kerja Pramugara-Pramugari 2025, Lulusan SMA Bisa Daftar

Edu
Pendanaan Riset Kampus Swasta, Mendikti Brian Akan Dorong Industri Investasi Riset

Pendanaan Riset Kampus Swasta, Mendikti Brian Akan Dorong Industri Investasi Riset

Edu
Mendikti Brian Sebut Kampus Vokasi Juga Bekali Sains dan Teknologi

Mendikti Brian Sebut Kampus Vokasi Juga Bekali Sains dan Teknologi

Edu
Tes CBT Masuk MAN Unggulan Berlangsung 2 Hari, Catat Tanggal Pengumumannya

Tes CBT Masuk MAN Unggulan Berlangsung 2 Hari, Catat Tanggal Pengumumannya

Edu
Kemendikdasmen: Pembelajaran Saat Ramadhan 2025 Jangan Membebani Siswa

Kemendikdasmen: Pembelajaran Saat Ramadhan 2025 Jangan Membebani Siswa

Edu
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke