Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mendikbud Muhadjir: Guru adalah Kunci Perbaikan Kualitas SDM

Proses menyiapkan SDM unggul dalam konteks dunia pendidikan, baik sekolah umum maupun madrasah, tentu tak lepas dari peran guru.

“Tidak bisa tidak, yang pertama-tama harus dibenahi adalah kualitas para gurunya,” kata Muhadjir pada acara malam penganugerahan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan program pendidikan untuk Kabinet Kerja periode kedua di Komplek Parlemen.

Jokowi menekankan pentingnya meningkatkan kualitas SDM. Dengan adanya perbaikan di sektor pendidikan, SDM Indonesia diharapkan unggul baik secara kompetitif maupun komparatif ketika disandingkan dengan SDM negara lain.

Indonesia, kata Jokowi, akan berada di puncak periode bonus demografi antara tahun 2020 hingga 2024. Bangsa Indonesia bakal mampu menghadapinya jika serius meningkatkan kualitas SDM.

“Jika kita lebih fokus mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru maka saya yakin bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan,” kata dia.

Presiden Jokowi mengatakan, lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan perlu melakukan pembenahan secara besar-besaran agar mampu menghadapi perubahan.

Pasalnya, SDM berkualitas unggul dibutuhkan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat dan disrupsi di berbagai bidang.

Jawaban atas tantangan jaman

Terkait permintaan Presiden Jokowi tersebut, Muhadjir Effendy mengatakan saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sedang menggalakan program pembenahan guru. 

“Jadi guru menjadi kata kunci untuk pembenahan SDM kita yang tertinggal,” ujar Muhadjir.

Ia menegaskan, dunia pendidikan tidak mungkin melahirkan lulusan-lulusan sekolah yang unggul tanpa sentuhan guru yang berkualifikasi unggul.

Bahkan, imbuh dia, guru menjadi unsur terpenting dalam 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sebagai informasi, SNP merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh Indonesia.

Standar tersebut terdiri atas kompetensi lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana serta prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan, dan penilaian pendidikan.

“Kalau tidak ada rumusan, kurikulum, guru bisa membuatnya. Kalau tidak ada sarana prasana, guru tetap bisa mengajar. Kalau tidak ada gedung sekolah, guru tetap bisa mengajar meski hanya di lapangan,” ujarnya.

Menteri Muhadjir pun mengatakan, kurikulum yang sejati dalam dunia pendidikan adalah guru.

“Totalitas guru dalam mendidik dan berperilaku, baik gesture, cara berpenampilan, ucapan adalah kurikulum yang sesungguhnya. Guru is the real curriculum,” kata dia.

Ia pun mengingatkan para guru untuk terus mau belajar dan terbuka terhadap perubahan.

“Kalau kurikulum gonta ganti tiap tahun, tapi kalau guru tidak mau membaca dan belajar, ya sama saja. Sebaliknya, kalau tidak ada perubahan kurikulum, tapi gurunya profesional, ya mutu SDM pasti semakin baik,” ujar dia.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano mengatakan, peserta berasal dari 34 provinsi yang merupakan hasil seleksi dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

"Para peserta terdiri atas para guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan pengawas sekolah. Kali ini, lomba dibagi ke dalam 28 kategori yang memisahkan tiap jabatan fungsional dan jenjang pendidikan," kata dia.

Mendikbud menambahkan, gelaran ini merupakan bentuk penghargaan terhadap profesi guru.

“Kami harus memberi penghargaan sebaik-baiknya terhadap guru yang baik-baik, karena banyak juga guru yang tidak baik,” ujar Muhadjir.

https://edukasi.kompas.com/read/2019/08/17/15164001/mendikbud-muhadjir-guru-adalah-kunci-perbaikan-kualitas-sdm

Terkini Lainnya

Cerita Hessel, Rela Datang ke Jakarta Ikut Simulasi Jadi Anggota DPR
Cerita Hessel, Rela Datang ke Jakarta Ikut Simulasi Jadi Anggota DPR
Edu
Siswa dengan Riwayat Pelaku Kekerasan Dilarang Terlibat di MPLS 2026
Siswa dengan Riwayat Pelaku Kekerasan Dilarang Terlibat di MPLS 2026
Edu
Lowongan Kerja PELNI Services 2026, Fresh Graduate Bidang Teknik Bisa Daftar
Lowongan Kerja PELNI Services 2026, Fresh Graduate Bidang Teknik Bisa Daftar
Edu
Tanpa Tes Tambahan, ITPLN Buka Seleksi Rapor atau UTBK Gelombang 2 Tahun 2026
Tanpa Tes Tambahan, ITPLN Buka Seleksi Rapor atau UTBK Gelombang 2 Tahun 2026
Edu
ITB Ungkap Energi Gempa Raksasa Terus Menumpuk di Sumatera, Potensi Magnitudo 8,98
ITB Ungkap Energi Gempa Raksasa Terus Menumpuk di Sumatera, Potensi Magnitudo 8,98
Edu
Dosen UNG Kembangkan NIAR, Pendekatan Baru untuk Cegah Depresi Mahasiswa
Dosen UNG Kembangkan NIAR, Pendekatan Baru untuk Cegah Depresi Mahasiswa
Edu
Mendikti Minta Awardee Beasiswa Garuda Sarjana Tak Tuntut Lagi Beasiswa S2
Mendikti Minta Awardee Beasiswa Garuda Sarjana Tak Tuntut Lagi Beasiswa S2
Edu
Rekrutmen SKK Migas 2026 Buka sampai 14 Juli, S1 Fresh Graduate Bisa Daftar
Rekrutmen SKK Migas 2026 Buka sampai 14 Juli, S1 Fresh Graduate Bisa Daftar
Edu
Diumumkan 14 Juli, Cek Biaya Uang Pangkal atau IPI Jalur Mandiri UNS 2026
Diumumkan 14 Juli, Cek Biaya Uang Pangkal atau IPI Jalur Mandiri UNS 2026
Edu
Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?
Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?
Edu
Tak Pernah Ikut Les, Ini Kisah Arifin Anak Penjual Keripik Pisang yang Diterima di UGM Beasiswa Penuh
Tak Pernah Ikut Les, Ini Kisah Arifin Anak Penjual Keripik Pisang yang Diterima di UGM Beasiswa Penuh
Edu
Pendidikan Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Tangani Kasus Korupsi Besar
Pendidikan Febrie Adriansyah, Jampidsus yang Tangani Kasus Korupsi Besar
Edu
Inovasi UK Maranatha: Hadirkan Wajah Baru Pendidikan Teknologi dan Rekayasa Cerdas Berdampak Nasional
Inovasi UK Maranatha: Hadirkan Wajah Baru Pendidikan Teknologi dan Rekayasa Cerdas Berdampak Nasional
Edu
Puluhan Calon Mahasiswa UPI Tidak Daftar Ulang, Apa Penyebabnya?
Puluhan Calon Mahasiswa UPI Tidak Daftar Ulang, Apa Penyebabnya?
Edu
Binus University Buka Beasiswa hingga 100 Persen, Ini Link Daftarnya
Binus University Buka Beasiswa hingga 100 Persen, Ini Link Daftarnya
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar