Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

"Sekolah Satu Atap", Solusi Pendidikan di Daerah 3T

KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melakukan peresmian sekolah satu atap di daerah terpencil, yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Satap di Kampung Segeram, Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (19/9/2019).

Ini merupakan satu-satunya sekolah di daerah itu yang terdiri dari SD dan SMP. Sebelumnya di wilayah tersebut hanya tersedia SD.

Jika ada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya harus berpindah ke kota kecamatan di Pulau Sedananu. Perjalanan ke sana harus ditempuh dengan selama satu jam menggunakan kapal motor.

“Sekolah satu atap merupakan solusi bagi pendidikan di daerah kepulauan dan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan sekolah ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Muhadjir, seperti dipublikasikan Antara, Kamis (19/9/2019).

Dia menuturkan, sekolah satu atap di daerah lain, seperti Papua dan Papua Barat, sudah dilengkapi dengan asrama. Namun, sekolah yang di Kampung Segeram tidak ada asrama karena sekolah itu bisa dijangkau masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikbud juga meresmikan perpustakaan yang dibangun Yayasan Tunas Bakti Nusantara.

Peresmian itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Nusantara yang berlangsung di Natuna pada 19 sampai 25 September 2019.

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan di sana, terdiri dari penyuluhan tentang gizi (pencegahan stunting), kelas inspirasi, antologi cerpen dan pelatihan menulis, serta peningkatan kapasitas guru dan tenaga kesehatan.

Selain itu, ada pula kegiatan taman baca masyarakat, kemah perdamaian, penyuluhan tentang parenting, rumah sakit lapangan, dan sunatan massal.

“Beberapa hal utama lain dalam Bakti Nusantara tahun ini adalah penghibahan lahan seluas 4.250 meter persegi yang selanjutnya digunakan sebagai lokasi berdirinya bangunan perpustakaan dan laboratorium SMPN 3 Satu Atap Segeram,” ujar Direktur Yayasan Tunas Bakti Nusantara, Teguh Dwi Nugroho.

https://edukasi.kompas.com/read/2019/09/20/17323951/sekolah-satu-atap-solusi-pendidikan-di-daerah-3t

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com