Salin Artikel

Kemendikbud Punya 3 Laboratorium Bahasa, Apa Isinya?

KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan memiliki tiga fasilitas berupa laboratorium bahasa yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai kekayaan bahasa dan sastra Indonesia.

Selain itu, keberadaan laboratorium ini diharapkan bisa menjadi salah satu media pembelajaran bahasa dan sastra daerah bagi para pelajar, akademisi, dan masyarakat umum.

Fasilitas pertama yaitu Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra yang menyajikan informasi tentang kebinekaan bahasa dan sastra di Indonesia. Laboratorium ini menyuguhkan keberagaman bahasa dan sastra daerah di seluruh Indonesia.

“Dalam tiga tahun terakhir kami meluncurkan tiga laboratorium, yang sudah ada Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra. Di sana ada ratusan contoh bahasa daerah dan model kekerabatannya,” ujar Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar ketika dijumpai di Jakarta, Senin (28/10/2019).

laboratorium bahasa

Laboratorium ini memberikan keterangan tentang pemetaan dan data semua bahasa daerah di Indonesia, serta perkembangannya hingga saat ini. Sampai sejauh ini, ada sekitar 400 bahasa daerah yang sudah didokumentasikan dari jumlah keseluruhan lebih kurang 718 bahasa daerah.

Laboratorium ini juga menampilkan beberapa fitur lain, yaitu video tuturan sastra lisan, cerita rakyat, dan nyanyian rakyat dari berbagai daerah di Indonesia; pohon kekerabatan bahasa hasil analisis kekerabatan antarbahasa daerah di Indonesia; serta ekspresi dan transkripsi berbagai bahasa daerah di Indonesia.

“Ini dilakukan bertahap karena desainernya membutuhkan waktu untuk mengembangkan aplikasi- aplikasi,” lanjutnya.

Kedua, yaitu laboratorium penerjemahan, dan ketiga yakni laboratorium forensik kebahasaan yang diluncurkan tahun ini.

Dadang menjelaskan, salah tugas Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan adalah memberi kontribusi pada dunia hukum, dalam hal ini menyiapkan ahli bahasa.

Peran ahli bahasa

Ada empat kategori ahli, yaitu sebagai penerjemah, penyunting, pendamping penyusunan berbagai peraturan, dan pendamping sebagai saksi ahli bahasa untuk peristiwa tindak pidana.

“Pendamping penyusunan peraturan itu misalnya perda, peraturan perundangan di MPR/DPR, sampai bupati/wali kota kami bantu. Kalau pendamping sebagai saksi ahli bahasa itu dimunculkan terutama untuk kasus-kasus pidana,” paparnya.

Namun, tambahnya, tentu saja kasus yang dimunculkan itu harus seizin Kepolisian RI dan Kejaksaan. Dengan demikian, hal itu bisa memberi edukasi kepada masyarakat bahwa kebahasaan bukan masalah sepele. Maka dari itu, harus bijak menggunakannya.

"Jadi anak-anak sekolah dan masyarakat umum bisa melihat. Manfaatnya ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat supaya mengenal kasus apa saja dalam bidang kebahasaan yang bisa sampai ke pengadilan," tutur Dadang.

https://edukasi.kompas.com/read/2019/10/30/15281751/kemendikbud-punya-3-laboratorium-bahasa-apa-isinya

Terkini Lainnya

Cek Batas Waktu Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Jalur SNBP, Klik kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id

Cek Batas Waktu Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Jalur SNBP, Klik kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id

Edu
Tingkatkan Akses Pendidikan Berkualitas, Pembangunan Middle School HighScope Bengkulu Resmi Dimulai

Tingkatkan Akses Pendidikan Berkualitas, Pembangunan Middle School HighScope Bengkulu Resmi Dimulai

Edu
Syarat Guru Dapat Tunjangan dari Kemenag meski Ada Efisiensi Anggaran

Syarat Guru Dapat Tunjangan dari Kemenag meski Ada Efisiensi Anggaran

Edu
H-2 Ditutup, Cek 21 Jurusan Kedokteran di PTN Pulau Jawa untuk SNBP 2025

H-2 Ditutup, Cek 21 Jurusan Kedokteran di PTN Pulau Jawa untuk SNBP 2025

Edu
Efisiensi Anggaran, Kemenag Tetap Salurkan Tunjangan Guru Non-PNS

Efisiensi Anggaran, Kemenag Tetap Salurkan Tunjangan Guru Non-PNS

Edu
Beasiswa CMK Foundation, Bisa Kuliah 2 Semester Gratis ke Korea Selatan

Beasiswa CMK Foundation, Bisa Kuliah 2 Semester Gratis ke Korea Selatan

Edu
Malaysia International Scholarship, Kuliah S2-S3 Gratis dan Ada Tunjangan Hidup

Malaysia International Scholarship, Kuliah S2-S3 Gratis dan Ada Tunjangan Hidup

Edu
Kapan Terakhir Finalisasi SNBP 2025?

Kapan Terakhir Finalisasi SNBP 2025?

Edu
Sosok Dede, Guru PJOK yang Ajari Siswa Setrika dan Melipat Baju

Sosok Dede, Guru PJOK yang Ajari Siswa Setrika dan Melipat Baju

Edu
5 Hal Bikin Gagal Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LDPP 2025

5 Hal Bikin Gagal Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LDPP 2025

Edu
Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 Ditutup Besok, Ini Cara Daftar dan Linknya

Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 Ditutup Besok, Ini Cara Daftar dan Linknya

Edu
Unesa Punya 109 Prodi di Jalur SNBP, SNBT dan Mandiri, Ada yang Terakreditasi Internasional

Unesa Punya 109 Prodi di Jalur SNBP, SNBT dan Mandiri, Ada yang Terakreditasi Internasional

Edu
Isi Lengkap Surat Edaran Instruksi Efisiensi Anggaran di Kemdiktisaintek

Isi Lengkap Surat Edaran Instruksi Efisiensi Anggaran di Kemdiktisaintek

Edu
Pegawai Langgar Aturan Efisiensi, Kemdiktisaintek Akan Berikan Sanksi Disiplin

Pegawai Langgar Aturan Efisiensi, Kemdiktisaintek Akan Berikan Sanksi Disiplin

Edu
Efiesiensi Kemdiktisaintek: Rapat Kerja Hybrid, Perjalanan Dinas Diganti Telekonferensi Video

Efiesiensi Kemdiktisaintek: Rapat Kerja Hybrid, Perjalanan Dinas Diganti Telekonferensi Video

Edu
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke