Salin Artikel

Ingin Kuliah di UI, Cek Dulu Peluang Masuk di SNMPTN 2019

KOMPAS.com - Jika kamu tertarik kuliah di Universitas Indonesia (UI) dan sudah menentukan program studi, maka ada baiknya mengecek prediksi peluang masuk UI, termasuk di jalur SNMPTN 2020.

Prediksi ini berdasarkan persentase peserta yang diterima di UI pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 lalu.

Jadi sebagai bahan pertimbangan, cek prediksinya terlebih dahulu ya. Agar SNMPTN 2020 nanti kamu bisa berhasil masuk UI sesuai harapan.

Sebelumnya, pihak LTMPT dan PTN sendiri selama ini tidak pernah merilis secara resmi passing grade minimal atau maksimal untuk standar penerimaan.

Dirangkum dari Rencanamu.id, ini persentase tiap program studinya:

Prodi Saintek dengan keketatan persaingan tertinggi

  • Aktuaria 2,9 persen
  • Teknik Biomedis 3,9 persen
  • Gizi 4,0 persen
  • Pendidikan Dokter 4,3 persen
  • Arsitektur 4,7 persen

Prodi Saintek dengan peluang masuk tertinggi

  • Teknik Perkapalan 15,5 persen
  • Fisika 13,3 persen
  • Geologi 13,2 persen
  • Geografi 12,8 persen
  • Geofisika 11,7 persen

Prodi Saintek lainnya beserta peluang masuk

Prodi Soshum dengan keketatan persaingan tertinggi

  • Ilmu Hubungan Internasional 2,2 persen
  • Bahasa dan Kebudayaan Korea 3,1 persen
  • Kriminologi 3,3 persen
  • Sastra Inggris 3,5 persen
  • Ilmu Komunikasi 3,8 persen

Prodi Soshum dengan peluang masuk tertinggi

  • Sastra Daerah untuk Sastra Jawa 22,7 persen
  • Arkeologi Indonesia 12,8 persen
  • Ilmu Filsafat 12,5 persen
  • Ilmu Sejarah 11,7 persen
  • Sastra Rusia 11,6 persen

Prodi Soskum lainnya beserta peluang masuk

Berikut hal-hal yang perlu diketahui seputar UI padan SNMPTN:

Persentase di atas hanya berdasarkan jumlah pendaftar dan jumlah yang diterima. Misalnya, persentase Pendidikan Dokter adalah 4,3 persen. Artinya, hanya 4,3 persen peserta yang diterima di program studi itu.

Jika kamu memiliki prestasi akademik yang bagus, tapi ternyata pesaing kamu juga juara kelas semua, maka tidak bisa jadi patokan. Meski persentase peluang masuknya lumayan besar.

Panitia juga selalu mengingatkan untuk tidak lintas jurusan pada SNMPTN. Jadi, anak IPS/Bahas ambilnya prodi Soshum. Sedang IPA mengambil Saintek.

Tetapi, di UI sendiri lintas jurusan masih diperbolehkan. Asalkan dengan syarat tertentu. Yaitu anak IPA boleh ambil prodi Soshum. Tapi, anak IPS/Bahasa tidak bisa ambil Saintek.

Jadi, persentase di atas diharapkan bisa menambah wawasan dan bahan pertimbangan. Namun ingat, jangan memilih prodi hanya karena peluangnya besar atau gengsinya besar.

Perlu diingat pula, jika diterima SNMPTN secara otomatis kamu harus mengambilnya dan tidak bisa ikut SBMPTN.

Untuk persentase keketatan SNMPTN berbeda dengan persentase keketatan pada SBMPTN dan SIMAK UI. Misalnya keketatan prodi Pendidikan Dokter pada SNMPTN 2019 adalah 4,3 persen, sedang pada SBMPTN 7,1 persen dan di SIMAK UI besarnya 1,1 persen.

Kuota Universitas Indonesia untuk SNMPTN 2020 besarnya 30 persen dari daya tampung total.

Jadwal PMB UI 2020 jalur SNMPTN:

  • Registrasi akun LTMPT: 2 Desember - 7 Januari 2020
  • Pengisian PDSS: 13 Januari - 6 Februari 2020
  • Pemeringkatan: 13 Januari - 6 Februari 2020
  • Pengumuman eligible: 13 Januari - 6 Februari 2020
  • Pendaftaran SNMPTN: 11 - 25 Februari 2020
  • Pengumuman hasil: 4 April 2020

https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/30/09431171/ingin-kuliah-di-ui-cek-dulu-peluang-masuk-di-snmptn-2019

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.