Salin Artikel

Jokowi: Banjir Karena Sampah! Guru Lakukan 5 Hal Ini Bersama Siswa

Diberitakan di Kompas.com sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai, banjir menggenangi Jakarta dan sekitarnya disebabkan kerusakan ekologi dan kesalahan dibuat manusia, seperti membuang sampah sembarangan.

"Ada yang disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada, tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana. Banyak hal," ujar Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Jokowi meminta pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemerintah kabupaten di Jabodetabek bekerja sama dengan pemerintah pusat menangani permasalahan banjir.

Berbicara soal banjir dan sampah, ini semua karena ulah manusia yang tidak peduli pada kebersihan lingkungan.

Agar kebiasaan buruk itu tak terjadi di waktu akan datang, alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan hidup bersih sejak dini kepada anak-anak.

Dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud RI, anak-anak di bawah usia 5 tahun atau SD harus dibekali agar peduli pada kebersihan lingkungan.

Hal ini bisa dimulai di lingkungan sekolah. Bagi para guru, simak 5 hal berikut agar anak/siswa mau menjaga kebersihan lingkungan:

1. Biasakan siswa tidak buang sampah sembarangan

Pihak sekolah bisa membuat rambu-rambu untuk tidak membuang sampah sembarangan dengan media gambar, sehingga mudah dipahami maksudnya oleh anak-anak.

Bisa pula melalui nasihat langsung yang sifatnya lisan. Sekolah juga harus menyediakan tempat sampah yang memadai atau sesuai kebutuhan, serta dipisah antara tempat sampah organik, basah, non organik atau kering.

2. Biasakan siswa saling mengingatkan

Jika ada teman yang lupa membuang sampah sembarangan, maka teman lainnya harus saling mengingatkan.

Anak-anak juga harus diberi pemahaman bahwa kebersihan sekolah adalah tanggung jawab bersama, maka mereka harus saling mewujudkan dan menjaganya.

3. Guru harus beri contoh

Para bapak dan ibu guru harus bisa memberi contoh untuk peduli pada kebersihan lingkungan sekolah. Contohnya dengan memungut sampah yang tercecer dan dimasukkan ke tempat sampah.

Lakukan itu sambil memberikan arahan kepada anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Karena dengan diberikan contoh, tentu mereka akan lebih mudah untuk mengikutinya.

4. Ajak siswa bersihkan ruangan kelas

Sebelumnya, anak-anak bisa dibagi beberapa kelompok dan tiap kelompok bertanggung jawab membersihkan bagian tertentu dari isi kelas.

Cara ini akan meningkatkan rasa memiliki mereka pada kelas, harapannya tanpa diminta lagi, mereka akan menjaga kelas agar tetap bersih dan nyaman.

Kebersihan toilet bisa menjadi tolok ukur kebersihan suatu sekolah. Karenanya, toilet harus selalu bersih. Maka, ingatkan anak-anak untuk segera menyiram lubang toilet setelah memakainya.

Jika ada sampah yang tercecer di lantai segera dipungut dan dibuang di tempat sampah. Arahkan anak untuk tidak membuang sampah sembarangan ke lubang toilet dan saluran pembuangan, karena sampah bisa menyumbat.

Diharapkan, kebiasakan baik ini akan terus tumbuh di dalam diri anak ketika di SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi hingga saat dewasa nanti. Sehingga bencana banjir bisa dicegah atau diminalisir dampak buruk yang diakibatkan sampah.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/05/11252811/jokowi-banjir-karena-sampah-guru-lakukan-5-hal-ini-bersama-siswa

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.