Salin Artikel

Tips Cegah Virus Corona dari Dekan FK UNS, 80 Persen Pasien Sembuh Sendiri

KOMPAS.com - Kabar duka masih menyelimuti Kota Wuhan China. Pasalnya, hadirnya Novel Coronavirus (2019-nCov) atau yang dikenal dengan virus corona menjadi gempar seluruh dunia.

Terkait virus corona, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang juga Dekan FK UNS, Dr. dr. Reviono, Sp.P (K) memberikan penjelasan.

Menurut dr Reviono, virus corona merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini juga memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

Kasus di Wuhan sendiri, penularan virus corona sangat cepat karena melalui manusia ke manusia. Sehingga masyarakat harus mengetahui gejala apa saja yang dirasakan jika terkena virus corona ini.

Gejala terinfeksi

Berikut gejala jika ada yang terinfeksi virus corona:

  • Batuk
  • Demam
  • Kesulitan bernafas

Jika ada gejala itu, biasanya ada riwayat kontak dengan pasien positif terkena virus corona serta yang bersangkutan melakukan bepergian ke luar negeri.

"Jika ada yang mengalami gejala seperti itu, maka segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit supaya bisa segera di cek dan memperoleh tindakan medis," ujar dr Reviono dalam paparannya di laman resmi UNS, Senin (27/1/2020).

Tips cegah virus corona

Namun, Dekan FK UNS tersebut mengimbau agar masyarakat tidak panik. Sebab, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena virus corona, yakni:

Tips yang lain ialah, masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging yang tidak dimasak. Dan jika sedang flu jangan keluar rumah supaya tidak jadi sumber infeksi.

"Selalu cuci tangan ketika habis bepergian itu sangat penting. Karena tangan kita sering menyentuh pegangan pintu, pegangan tangga, dan lainnya dikhawatirkan tangan kita terkena virus," imbuhnya.

Menurut dr Reviono, di Indonesia sendiri belum ada informasi yang terjangkit virus corona. Hingga kini, pemerintah juga telah siaga dalam menyikapi hadirnya virus corona ini.

Upaya antisipasinya, dengan menutup penerbangan dari dan ke China serta memasang alat detektor panas tubuh di berbagai bandara.

"Jadi kalau ada yang terkena virus corona, maka suhu tubuh akan meningkat. Sehingga di beberapa bandara memasang alat ini untuk mendeteksi yang terinfeksi virus corona," kata dr Reviono.

80 persen penderita sembuh sendiri

Di Wuhan sendiri, lanjut dr Reviono, telah menelan korban jiwa mencapai puluhan orang yang kebanyakan merupakan orangtua dengan penyakit penyerta.

Informasi diperoleh, 80 persen penderita ternyata sembuh dengan sendirinya karena tidak ada penyakit penyerta dan usia pasiennya tergolong masih muda.

"Di Wuhan, 80 persen pasien di Cina ini sembuh dengan sendirinya karena memang belum ada vaksin khusus virus corona. Sebagai contoh, jika kita terkena flu, tidak minum obat pun bisa sembuh karena virus dengan umurnya bisa mati sendiri," katanya.

Ini karena di dalam tubuh manusia terdapat interferon yaitu berupa protein alami yang diproduksi tubuh sebagai respon tubuh dalam melawan senyawa berbahaya, seperti virus.

"Kalau produksi interferon cukup maka virus bisa terkendali pertumbuhannya dan mati sendiri. Namun kalau sudah berusia tua dan ada penyakit yang disertai, produksi interferon tidak cukup dan virus bisa tumbuh terus," jelas dr Reviono.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/28/11062921/tips-cegah-virus-corona-dari-dekan-fk-uns-80-persen-pasien-sembuh-sendiri

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.