Salin Artikel

Memadukan Pendidikan dan Teknologi untuk Lahirkan SDM Unggul

KOMPAS.com - Lahirnya era Revolusi Industri 4.0 membuat beragam aspek kehidupan tak bisa terlepas dari peran teknologi, termasuk dalam dunia pendidikan.

Teknologi diyakini dapat memperkuat dunia pendidikan, seperti halnya teknologi dapat menguatkan industri finansial, transportasi dan seluruh aspek di dalamnya.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO platform teknologi Telset.id Nurhamzah. Ia berpendapat, teknologi diyakini dapat mengantarkan dunia pendidikan Indonesia menuju arah yang lebih positif.

Untuk itu, lanjutnya, ada tiga hal yang perlu dilakukan agar teknologi bisa membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Indonesia.

"Pertama memetakan persoalan-persoalan dalam dunia pendidikan dan bagaimana teknologi bisa memberikan solusi," papar Hamzah dalam Seminar Nasional Tren Edutech 2020: Menuju Indonesia Maju, di Balai Kartini Jakarta, Kamis (20/2/2020).

"Kedua, memetakan arah pengembangan pendidikan berbasis teknologi, dan ketiga merumuskan langkah untuk mengakselerasi implementasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia," imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Streering Comittee Seminar Nasional Tren Edutech 2020 Fernando Uffie mengatakan, Indonesia memiliki lebih dari 300 ribu sekolah dan 50 juta siswa yang tersebar di lebih 17 ribu pulau, wajar saja bila akses pendidikan berkualitas masih dianggap "mahal" di Indonesia.

"Disparitasnya masih menganga lebar. Kesenjangan infrastruktur, tenaga pengajar, hingga akses terhadap literasi masih menjadi kendala," papar Uffie dalam pembukaan seminar.

Karena itulah, Uffie maupun Hamzah berpendapat teknologi perlu dihadirkan dalam dunia pendidikan.

Pendidikan tingkatkan kualitas hidup

"Teknologi hadir untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan membawa Indonesia unggul di mata dunia," kata Uffie

Hal tersebut dibuktikan oleh negara-negara yang menempati posisi 5 besar sebagai negara yang memiliki kualitas hidup terbaik di dunia.

Uffie memaparkan hasil sebuah penelitian yang melibatkan 75 negara. Hasilnya, lima negara yang memiliki kualitas hidup terbaik ternyata juga memiliki sistem pendidikan yang baik. Pasalnya, sistem pendidikan baik berpengaruh pada pendapatan per kapita warga, yang akhirnya berkontribusi pada kualitas hidup.

"Negara-negara tersebut ialah Kanada, Denmark, Swedia, Norwegia, dan Australia. Sedangkan Indonesia berada pada posisi ke-55," terangnya.

Era Industri belajar

Lalu bagaimana cara teknologi meningkatkan kualitas pendidikan? Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Dr Waras Kamdi mengatakan, teknologi berperan dalam membangun jejaring belajar.

"Teknologi membuat siapa saja bisa belajar, belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, tanpa banyak biaya, melalui virtual lab, digital content, super app dan banyak cara," papar Waras.

Salah satu lainnya, lanjut Waras, melalui pengembangan Ubiquitous Learning. Ubiquitous Learning merupakan platform aplikasi smart learning dengan memanfaatkan sensor cerdas pada device dan media pembelajaran dengan konten multimedia digital.

“Bila 171 juta pengguna internet di Indonesia menggunakan teknologi sebagai sarana belajar, maka ke depannya Indonesia bisa masuk dalam era Industri Belajar. Di mana belajar menjadi sebuah kebutuhan,” tuturnya.

Untuk mewujudkan misi tersebut, maka dibutuhkan peran para “agent of change” untuk memulainya, seperti para stake holder di dunia pendidikan.

Karena itu, Seminar Nasional Tren Edutech 2020: Menuju Indonesia Maju turut menggandeng 150 peserta yang berasal dari berbagai stake holder di dunia pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah, lembaga atau kementerian terkait, media, hingga pelaku industri.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/20/12530891/memadukan-pendidikan-dan-teknologi-untuk-lahirkan-sdm-unggul

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.