Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Berkarya dan Bahagia dari Rumah, Seniman Tidak Berhenti di Tengah Wabah

KOMPAS.com - Budayawan dan pelaku didorong untuk tetap berkarya di tengah wabah Covid-19 melalui sistem dalam jaringan atau daring. Kemendikbud melalui Ditjen Kebudayaan akan menginisiasi ragam kegiatan budaya melalui platform ini.

"Kita berharap berharap program tersebut dapat memberikan kesempatan kepada pekerja seni dan budaya agar tetap produktif," jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid melalui rilis resmi (24/4/2020).

Ia menambahkan, program ini sebagai bentuk peran aktif untuk membantu pekerja seni dan budaya yang terdampak pandemi virus Corona.

Bahagia dari rumah 

Selama masa pandemi Ditjen Kebudayaan Kemendikbud bekerja sama dengan sejumlah pekerja seni dan budaya melalui program yang diberi nama "Bahagia di Rumah" yang disiarakan di media sosial Youtube dengan akun budayasaya.

Program ini diharapkan juga dapat masyarakat umum secara luas belajar banyak tentang kekayaan seni dan budaya negeri sendiri.

"Kita harapkan program tersebut dapat membantu para pelaku seni dan budaya berperan aktif dalam kebudayaan. Dan juga sebagai sajian bagi pencinta seni dan budaya saat pademi Covid-19," jelas Hilmar.

Hilmar menambahkan program program tersebut dapat disajikan akun YouTube resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yakni #budayasaya.

Pertunjukan daring yang dapat disaksikan secara langsung atau tunda ini, selain diisi berbagai kegiatan seni juga memberikan pengetahuan mengenai banyak cabang seni, seperti tari, melukis, bermusik hingga cara memproduksi film.

Untuk informasi waktu dan agenda lebih lanjut, dapat dilihat melalui media sosial budayasaya, seperti Instagram, Twitter, dan Facebook.

Hilmar menyampaikan program yang sudah berjalan sejak 30 Maret dibuat para seniman di rumah masing-masing.

Beberapa penampilan dari pelaku seni dan budaya, di antaranya; Didi Nono Towok dengan seni tari, para penyair dan puisi, konser musik "SuaraSama", hingga pertunjukan orkestra "Jakarta City Philharmonic".

Dalam perkembangan ke depan, rencananya Kemendikbud akan menyediakan platform yang besar untuk menjangkau masyarakat lebih luas, misalnya melalui siaran televisi, dan menggandeng lebih banyak komunitas kreatif dan lembaga budaya.

"Kemendikbud membantu dari segi produksi dan menyiarkan hasilnya melalui akun Budayasaya. Tapi selanjutnya kita ingin menggandeng lebih banyak komunitas kreatif, lembaga kebudayaan, dan siaran televisi, agar jangkauannya lebih luas," jelas Hilmar.

Hilmar menyampaikan, "Kegiatan tersebut sebagai sejarah bagi para pekerja seni dan pelaku budaya, karena untuk pertamakalinya mereka melakukan pertunjukan dan berbagi pengetahuan dari rumah masing-masing."

Ia berharap hal yang telah dilakukan sejumlah pelaku seni dan budaya dapat diikuti pelaku seni dan budaya lain yang belum terlibat sebelumnya.

“Bersama kita bersinergi, dari masyarakat kembali ke masyarakat dan sebesar-besarnya manfaat juga untuk masyarakat,” tutupnya.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/04/24/085438971/berkarya-dan-bahagia-dari-rumah-seniman-tidak-berhenti-di-tengah-wabah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com