Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Polusi Air, Soal dan Jawaban Belajar dari TVRI 11 Mei 2020 untuk SMP

KOMPAS.com - Program Belajar dari Rumah di TVRI hadir kembali dengan tayangan Polusi air di Sekitar kita yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan alternatif pendidikan bagi semua kalangan di masa darurat Covid-19.

Polusi air adalah perubahan keadaan di tempat penampungan air seperti lautan, danau, sungai ataupun air tanah. Berikut adalah soal dan jawaban mengenai polusi air disekitar kita untuk anak SMP sederajat

Soal 1

Polusi air terjadi karena campir tangan manusia. Jelaskan tiga contoh aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya polusi air!

Jawaban:

Aktivitas manusia yang menyebabkan polusi air antara lain :

  1. Limbah rumah tangga Limbah rumah tangga bisa menyebabkan polusi air. Limbah rumah tangga ini bisa berupa air sabun, sampah rumah tangga dan lain sebagainya. Hal ini menjadi dampak kerusakan yang cukup besar pada air.
  2. Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan. Cara ini tidak hanya menjadikan polusi air, namun juga dapat menyebabkan pencemaran air serta dapat merusak ekosistem air.
  3. Air bekas cucian menggunakan detergen. Detergen menjadi penyebab pencemaran air. Penggunaan detergen dan pembuangan limbah detergen langsung ke dalam air akan menyebabkan pencemaran air. Hal ini juga menyebabkan organisme dan ikan-ikan mati.

Soal 2

Usaha apa yang kamu lakukan jika lingkungan di sekitarmu ditemukan polusi air?

Jawaban :

  1. Melakukan pengelolaan air limbah. Cara menanggulangi pencemaran air ialah dengan pengolahan air limbah dengan cara membuat kolam stabilisasi. Dengan demikian, air limbah pabrik yang akan dibuang tidak akan menimbulkan pencemaran air.
  2. Reboisasi. Melakukan reboisasi mampu menjaga keseimbangan air berkat adanya pohon yang akan membantu mengikat air di dalam tanah dan tentunya bisa menjadi areal resapan air.
  3. Memakai detergen ramah lingkungan. Penggunaan deterjen yang berlebihan dan membuangnya langsung ke dalam air akan bermasalah untuk ekosistem di sungai dan me mbuat ikan-ikan serta organisme yang hidup di air tidak dapat bertahan hidup.
  4. Penggunaan kompos dan pupuk organik Hal ini mampu mengurangi pencemaran air oleh nitrat dan fosfat. Kompos dan pupuk organik juga mampu memulihkan kandungan mineral yang berada di dalam tanah yang juga dapat memperbaiki struktur dan mencegah eutrofikasi. 

Soal 3

Tuliskan urutan langkah prosedur penjernihan air menggunakan biji kelor dengan tepat!

Jawaban :

Langkah penjernihan air menggunakan biji kelor :

  1. Keluarkan beberapa biji dari buahnya dan lepaskan kulit luar dari biji-biji tersebut.
  2. Tumbuk biji sampai menjadi bubuk yang halus. Jangan menggunakan biji yang warnanya tidak baik (berwarna cokelat).
  3. Tambahkan 2 sendok kecil bubuk biji kelor ke dalam 1 botol air.
  4. Aduk selama 5 menit.
  5. Saringlah larutan ini melewati sebuah serbet yang bersih ke ember.
  6. Aduk cepat selama 2 menit, lalu pelan selama 10 menit.
  7. Biarkan selama 1 jam tanpa diganggu. Kotoran dan bakteri akan menempel pada bubuk biji kelor dan tenggelam ke dasar air.
  8. Tuanglah dengan hati-hati air minum yang bersih ke dalam botol atau kaleng yang bersih. Tingglakan endapan bubuk ke dasar ember.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/05/11/223702071/polusi-air-soal-dan-jawaban-belajar-dari-tvri-11-mei-2020-untuk-smp

Terkini Lainnya

UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
UNY Terapkan Kuliah Online bagi Mahasiswa Tingkat Atas, Dosen-Tendik WFH tiap Jumat
Edu
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
PPDS Unsrat 2026 Dibuka Tanggal 15 April, Ini Syarat, Jadwal dan Kuota Per Prodi
Edukasi
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Kisah Rayhan, Anak Buruh Tani Lolos ITB Jalur SNBP 2026
Edu
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Kisah Raisa, Ortu Cerai dan Tak Bisa Biayai Sekolah, Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat
Edu
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
BRIN Bikin Sourdough Beras Merah Segreng Handayani dari Gunungkidul
Edu
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
IPB Siap Gelar UTBK 2026, Cegah Kecurangan Sesuai Prosedur Nasional
Edu
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
ITB Buka Prodi S2 Kecerdasan Sistem, Baru Dibuka 2026
Edu
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
8 PTKIN yang Masuk 100 Kampus Terbaik Indonesia, Nomor 1 di Bandung
Edu
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Djarum Beasiswa Plus 2026 bagi Mahasiswa D4/S1, Syarat IPK Minim 3,00
Edu
Undip Beri 1.850 Porsi 'MBG' Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Undip Beri 1.850 Porsi "MBG" Per Hari bagi Mahasiswa yang Membutuhkan, Anggaran Rp 6 Miliar Per Tahun
Edu
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Cerita Putri Siswi MAN 2 Kebumen yang Diterima di 3 Kampus China
Edukasi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Kapan Jalur PPKB UI 2026 Dibuka? Bisa Masuk Tanpa Tes Lagi
Edu
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
SMA Kolese Gonzaga Adakan G-Reflex, Dorong Siswa Lebih Memaknai Proses Belajar
Edu
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Pengalaman Wamen Stella di Harvard: Jadi Tukang Bersih Toilet dan Berteman dengan Natalie Portman
Edu
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Kedubes AS Pastikan Proses Visa Pelajar untuk Indonesia Makin Terbuka
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com