Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Belajar dari Thailand, Kepatuhan Warga saat Lockdown Tekan Kasus Corona

KOMPAS.com - Thailand menjadi salah satu negara yang berhasil merasakan manfaat kebijakan lockdown. Setelah hampir dua bulan dilakukan penguncian wilayah, pada 13 Mei 2020 dilaporkan tidak ada penambahan kasus baru Covid-19.

Mengutip Bangkok Post, Senin (18/5/2020) warga Thailand kembali merasakan nikmatnya berjalan-jalan ke mal setelah pemerintah setempat memberlakukan pelonggaran lockdown pada Minggu (17/5/2020).

Antrean panjang pun terlihat di pintu masuk sejumlah mal di Bangkok dan provinsi lainnya sebelum jam buka. Walau begitu, setiap pengunjung diminta untuk mendaftar sebelum memasuki lokasi, mengenakan masker, dan menjaga jarak aman.

Kenikmatan untuk jalan-jalan lagi ke mal atau menikmati jajan kaki lima di pinggir jalan yang sebelumnya dilarang selama lockdown itu, tentu bukan tanpa perjuangan.

Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi menceritakan bagaimana ketat dan patuhnya warga Thailand saat menjalani lockdown.

Dalam Webinar Kuliah Ramadan yang diselenggarakan Universitas Budi Luhur melalui Instagram Live beberapa waktu lalu, Ahmad menyebut Thailand memiliki rakyat sangat patuh terhadap segala peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, Thailand bertindak sangat cepat dengan mengeluarkan kebijakan keadaan darurat saat ditemukan adanya kasus positif Covid-19 untuk pertama kalinya.

"Lockdown yang diterapkan di sini cukup ketat dan komprehensif. Bahkan, termasuk kebijakan lockdown di Bandar Udara Suvarnabhumi dan Don Muang, sehingga turis-turis asing yang masuk ke Thailand itu diperketat," papar Ahmad.

Ada kebijakan jam malam

Tak hanya membuat aturan ketat ke luar rumah dan di bandara, Thailand juga menetapkan jam malam yang amat ketat dengan penjagaan dari polisi.

"Rakyat juga sangat patuh, sehingga benar-benar pada malam hari tidak ada yang keluar," imbuh Ahmad.

Selain itu, lanjutnya, transportasi juga dikurangi sampai 80 persen. Bahkan perbatasan Malaysia, Laos, dan Kamboja ditutup.

"Hal ini menjadikan Covid di Thailand cepat diatasi," papar Ahmad.

Ahmad pun mencoba membandingkan situasi penguncian wilayah di Thailand dan Indonesia. Menurutnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia masih banyak pelanggaran.

"Kalau di sini saya sendiri sudah dua bulan yang namanya keluar kantor baru sekali, ngeliat keadaan, karena sudah mulai ada pelonggaran lockdown. Di China, Korea,Spanyol dan Italia juga ada kelonggaran,” terangnya.

Hal tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari peran warga yang patuh terhadap kebijakan pemerintah, peran Biksu-biksu dan pemimpin agama untuk menyampaikan pesan-pesan agar umatnya tetap patuh pada peraturan demi kebaikan bersama.

Instagram Live UBL bersama Dubes RI untuk Thailand tersebut berlangsung selama satu jam mulai pukul 16.00-17.00 WIB.

Universitas Budi Luhur juga turut mengambil bagian untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19 dengan memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di UBL.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/05/20/114004571/belajar-dari-thailand-kepatuhan-warga-saat-lockdown-tekan-kasus-corona

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke