Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Atasi Tantrum Anak Berkebutuhan Khusus Saat Belajar dari Rumah

KOMPAS.com – Perubahan dalam pola belajar dan hidup Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saat pandemi Covid-19 membuat mereka bisa mengalami kondisi tantrum.

Tantrum merupakan ledakan emosi yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang memiliki masalah emosional. Umumnya, kondisi tantrum terjadi pada anak-anak.

Dengan kondisi emosi tersebut, seseorang bisa menunjukkan sikap keras kepala, menangis, marah-marah, menjerit-jerit, sulit menangkan diri hingga berguling-guling di lantai.

Terkait tantrum ABK akibat pandemi Covid-19, Terapis Okupasi Andreany Kusumowardani menemukan, tantrum seorang anak bisa bertambah karena ada perubahan dalam rutinitas atau kebiasaan.

“Kalau dulu misalnya bangun pagi jam sekian lalu setelah itu mungkin harus ke sekolah atau ke terapi. Kalau sekarang karena itu tidak bisa dilaksanakan sehingga anak itu tidak ada aktivitas yang dilakukan,” jelas Andreany pada Jumat (11/9/2020).

Dalam web seminar “LIVE CONSULTATION #PulihBersama: Tanya Jawab Perkembangan Anak Disabilitas di Masa Pandemi”, Andreany memberikan cara secara umum untuk mengatasi tantrum ABK saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Alih-alih acuh terhadap anak, orangtua harus menata kembali jadwal kehidupan ABK untuk mengatur waktu tidur, bangun, dan belajar yang sama seperti sebelum pandemi.

“Supaya pola kehidupan itu bisa lebih tertata karena anak-anak seperti itu kan umumnya mereka lebih mudah mengikuti struktur ya,” sambung Andreany dalam siaran langsung di Facebook Save the Children Indonesia.

Apabila ABK tidak memiliki aktivitas, orangtua bisa mencoba untuk memberikan kegiatan yang menyenangkan buat anak tersebut.

“Apa sih yang dia sukai, hobinya apa. Katakan kalau itu hobinya gambar misalnya, ya berikan saja aktivitas itu sebelum masuk ke aktivitas belajar gitu,” imbuhnya.

Pasalnya, ABK perlu diberikan jadwal hidup yang terstruktur agar tidak memicu stres. Andreany menjelaskan, stres pada ABK dapat memicu emosinya sehingga menimbulkan tantrum.

Akan tetapi, Andreany tetap merekomendasikan orangtua ABK untuk mengetahui penyebab tantrum terlebih dahulu agar menemukan solusi yang lebih tepat.


Senada dengan Andreany, Dokter Spesialis Saraf Anak Uni Gamayani mengatakan bahwa setiap anak memiliki penyebab tantrum yang berbeda-beda dan membutuhkan diagnosis lebih lanjut.

“Biasanya membantu (konsultasi terapis) untuk tahu apa kekurangan anak ini, biasanya sensoriknya. Dia akan dibantu sehingga anaknya bisa lebih tenang gitu, tidak selalu harus (memakai) obat,” ujar Uni dalam web seminar yang sama dengan Andreany.

Tantangan istimewa di tengah pandemi

Bagi Uni, hanya orang istimewa yang dititipkan anak istimewa. Masa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua ABK untuk menjadi lebih kreatif demi mengembangkan kemampuan anaknya.

“Di dalam masa pandemi, semua kegiatan itu terganggu, tetapi sebagai seorang ibu selalu harus bisa membuat anak-anak ini tetap berkembang supaya mencapai hasil yang optimal,” pesan Uni.

PJJ bagi ABK memang membutuhkan dukungan dari orangtua. Andreany menyampaikan hal tersebut agar orangtua dapat andil dengan belajar dan bertanya dari berbagai sumber serta buku-buku.

Selain itu, orangtua juga bisa ikut dalam parent support grup atau kelompok orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas dengan masalah serupa.

“Apabila punya masalah yang sama, gunakan itu sumber untuk bisa belajar, melengkapi anak kita, membantu perkembangannya dengan lebih baik lagi,” imbuh Andreany.

Edy Supriyanto selaku salah satu disability rights fund menegaskan, anak penyandang disabilitas memang membutuhkan dukungan dari orangtua dan kelompok anak. Selain itu, harus juga komprehensif dengan melibatkan terapis, psikolog, dan dokter.

Meski beberapa orangtua menghadapi tantangan saat pandemi COVID-19, tetapi Edy berharap agar orangtua tidak pantang menyerah untuk mengembangkan potensi anaknya.

“Tidak boleh patah semangat, anak itu adalah anugerah,” pungkasnya.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/09/14/152552671/cara-atasi-tantrum-anak-berkebutuhan-khusus-saat-belajar-dari-rumah

Terkini Lainnya

Seleksi Mandiri UPI 2026 Pakai Nilai UTBK SNBT Dibuka, Cek Ketentuannya
Seleksi Mandiri UPI 2026 Pakai Nilai UTBK SNBT Dibuka, Cek Ketentuannya
Edu
Diterima 9 Kampus Top Dunia, Siswa SMAK 7 Penabur Ini Bocorkan Trik Lolos Beasiswa Internasional
Diterima 9 Kampus Top Dunia, Siswa SMAK 7 Penabur Ini Bocorkan Trik Lolos Beasiswa Internasional
Edu
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch II Dibuka, Jangkau 30 Ribu Peserta
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch II Dibuka, Jangkau 30 Ribu Peserta
Edu
Berbagi Langkah Menuju Kampus Dunia, Mischka Aoki Luncurkan Buku 'The University Blueprint'
Berbagi Langkah Menuju Kampus Dunia, Mischka Aoki Luncurkan Buku "The University Blueprint"
Edu
Cek Link Download SPTJM buat Prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026
Cek Link Download SPTJM buat Prapendaftaran SPMB DKI Jakarta 2026
Edu
Wujudkan Pendidikan Holistik, SD Labschool Cibubur Borong Piala di Ajang Sains hingga Tahfiz
Wujudkan Pendidikan Holistik, SD Labschool Cibubur Borong Piala di Ajang Sains hingga Tahfiz
Edu
Rektor Dorong Mahasiswa Vokasi UI Kuasai Bahasa Inggris
Rektor Dorong Mahasiswa Vokasi UI Kuasai Bahasa Inggris
Edu
Belum Putuskan soal Dapur MBG, UNJ Masih Pelajari Kasus Keracunan hingga Titik SPPG
Belum Putuskan soal Dapur MBG, UNJ Masih Pelajari Kasus Keracunan hingga Titik SPPG
Edu
Cara Prapendaftaran dan Pengajuan Akun SPMB DKI Jakarta 2026
Cara Prapendaftaran dan Pengajuan Akun SPMB DKI Jakarta 2026
Edu
Bantargebang Produksi Gas Metana Terbesar ke-2 di Dunia, Pakar UGM Sarankan Pemanfaatan untuk Biogas
Bantargebang Produksi Gas Metana Terbesar ke-2 di Dunia, Pakar UGM Sarankan Pemanfaatan untuk Biogas
Edu
Seberapa Ketat Persaingan Masuk Vokasi UI? Cek Prodi yang Tersedia
Seberapa Ketat Persaingan Masuk Vokasi UI? Cek Prodi yang Tersedia
Edukasi
Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa: Fakta, Respons Kampus dan Peningkatan Kualitas
Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa: Fakta, Respons Kampus dan Peningkatan Kualitas
Edu
Jadwal Lengkap SPMB DKI Jakarta 2026 Jenjang SD, SMP, SMA-SMK
Jadwal Lengkap SPMB DKI Jakarta 2026 Jenjang SD, SMP, SMA-SMK
Edukasi
Nilai Matematika TKA 2026 Rendah, Perlu Ada Pembenahan Pembelajaran
Nilai Matematika TKA 2026 Rendah, Perlu Ada Pembenahan Pembelajaran
Edukasi
Di Tengah Era Digital, Sekolah Strada Tetap Andalkan Pramuka untuk Pendidikan Karakter
Di Tengah Era Digital, Sekolah Strada Tetap Andalkan Pramuka untuk Pendidikan Karakter
Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com