Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Webinar FKM Unair: Ini Alternatif Solusi Hadapi Pandemi Covid-19

KOMPAS.com - Ada banyak pesan yang disampaikan pada webinar gelaran Universitas Airlangga (Unair). Tentu pesannya menyangkut pandemi Covid-19.

Melansir laman Unair, kampus negeri di Surabaya tersebut mengadakan tiga kali webinar yang dimulai sejak Juli 2020. Sedangkan webinar terakhir diadakan pada, Rabu (16/9/2020).

Adapun temanya mengangkat isu perilaku sehat pada adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19. Namun, pesan dari webinar ini lebih ditujukan pada pemangku kebijakan.

Menurut Hario Megatsari, S.KM., M.Kes selaku Ketua Departemen PKIP Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, webinar tersebut bertujuan untuk memberikan inspirasi dan alternatif solusi kepada para pemangku kebijakan.

Dia berharap, hasil webinar ini dapat dijadikan salah satu solusi untuk penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah adalah role model

Dosen FKM Unair, Oedojo Soedirham, dr., M.PH., M.A., Ph.D. mengatakan, sebagian besar penduduk Indonesia masih bersifat paternalistik.

Sehingga dalam sosialiasi adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya menghadapi pandemi dibutuhkan peran pemerintah sebagai role model untuk masyarakat.

"Pemerintah dan petugas penanggulangan Covid-19 harus konsisten untuk mematuhi protokol kesehatan agar dapat dicontoh oleh masyarakat," ujarnya.

Atasi kesehatan baru ekonomi

Dikatakan Oedojo, masalah pandemi ini perlu segera diatasi lebih dulu dan pemerintah harus serius dalam menanganinya. Pelaksanaan PSBB perlu diperketat dan dilengkapi dengan sanksi yang tegas namun mendidik.

"Pembukaan PSBB di suatu kota juga seharusnya dilakukan perlahan, jangan langsung semua lokasi dibuka," katanya.

Lawan stigma pandemi

Sementara narsumber lain Dr. Rachmat Hargono, dr., M.S., M.PH. menjelaskan bahwa stigma pandemi saat ini menjadi musuh terbesar untuk penanggulangan Covid-19.

Karena stigma bahwa pasien yang didiagnosis Covid-19 akan melalui prosedur yang rumit maka akan membuat masyarakat menjadi cenderung untuk menyembunyikan diri atau anggota keluarga jika ada yang mengalami gejala penyakit tersebut.

Pentingnya solidaritas sosial

Sedangkan Dr. M. Bagus Qomaruddin, Drs., M.Sc. menyatakan bahwa solidaritas sosial dan kesadaran kolektif masyarakat sangat diperlukan.

Tentu untuk menanggulangi Covid-19 dan menyukseskan adaptasi kebiasaan baru di masyarakat. Hal tersebut dapat dimulai dari keluarga.

"Ketika keluarga berhasil menyosialisasikan adaptasi kebiasaan baru pada anggotanya, maka ketika keluar semua anggota keluarga tersebut menjadi agen perubahan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar," jelas dosen Unair.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/09/22/120032971/webinar-fkm-unair-ini-alternatif-solusi-hadapi-pandemi-covid-19

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+