Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hasil Tes Swab Positif, Perlukah Tes Ulang? Ini Kata Pakar UGM

KOMPAS.com - Tes swab atau usap dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) menjadi metode yang saat ini dinilai paling akurat dalam mendeteksi infeksi virus corona.

Hanya saja, hasil pemeriksaan terkadang berbeda meski uji swab dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Misalnya, seseorang yang melakukan tes swab di rumah sakit hasilnya positif. Kemudian keesokan harinya kembali melakukan swab PCR di rumah sakit berbeda, hasilnya menjadi negatif.

Kemungkinan hasil yang berbeda ini bisa membuat seseorang memutuskan untuk melakukan uji di tempat yang berbeda.

Kapan diperlukan tes swab ulang?

Pakar Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Titik Nuryastuti menjelaskan bahwa terdapat beragam faktor yang memengaruhi perbedaan hasil uji swab PCR.

"Waktu pengambilan swab yang berbeda bisa memberikan hasil pemeriksaan yang berbeda pula," paparnya dalam keterangan tertulis di laman resmi UGM, Selasa (8/12/2020).

Bila tes swab dilakukan dalam masa inkubasi virus, kata dia, yaitu hari ke 2 -14 setelah terpapar, kondisi tersebut disebut sebagai negatif palsu.

"Ini dapat terjadi karena jumlah virus yang rendah dan berada di bawah ambang deteksi PCR sehingga memberikan hasil negatif," jelas Ketua Tim Laboratorium Covid-19 FKKMK UGM ini.

Meski begitu, ia menegaskan apabila hasil uji swab PCR positif, maka tidak perlu dilakukan swab ulangan dalam waktu yang berdekatan.

"Swab evaluasi tidak wajib untuk dilakukan, bila akan dilakukan sebaiknya diambil setelah hari 10," jelasnya.

Hal senada diungkapkan Satgas Covid-19 UGM, Arif Nurcahyanto. Ia tak memungkiri adanya kecemasan pada seseorang dengan hasil uji swab PCR.

"Tidak setiap orang siap mendengar yang sebenarnya, tapi lebih pada hal yang ingin didengar," tuturnya.

Ia mengatakan reaksi pertama yang umumnya terjadi pada seseorang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 adalah perasaan syok.

Selain itu, ada perasaan marah dan penolakan sehingga mengambil pilihan melakukan uji pembanding di rumah sakit berbeda.

"Menghadapi kondisi seperti ini sebaiknya menerima kenyataan akan apa yang terjadi. Kuncinya adalah penerimaan dan harus memutus mata rantai penularan serta dengan rendah hati mengurangi aktivitas di luar rumah, mematuhi protokol kesehatan" terangnya.

Waktu tes swab paling optimal

Pakar virologi FKKMK UGM sekaligus tim Lab Covid-19 UGM Muhammad Saifudin Hakim menambahkan, uji swab PCR sangat tergantung pada ketepatan waktu.

Misalnya, pada hari ke-0 di mana muncul gejala pada orang yang bergejala maka pemeriksaan PCR akan optimal dilakukan di hari ke-3 dan 5 setelah muncul gejala.

Hakim menyampaikan sebaiknya tetap melakukan isolasi mandiri bagi yang tidak bergejala sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

Sebab, seseorang dengan hasil swab PCR awal positif lalu melakukan uji serupa dalam waktu dekat dengan hasil negatif masih berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19 ke lingkungan.

https://edukasi.kompas.com/read/2020/12/09/154007271/hasil-tes-swab-positif-perlukah-tes-ulang-ini-kata-pakar-ugm

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke